Kabupaten Sigi: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan tim ahli dari Universitas Tadulako (Untad) mulai memetakan wilayah tempat ditemukannya semburan air mengandung gas dan mudah terbakar di Kecamatan Palolo. Langkah itu dilakukan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
"Tentunya proses penelitian semburan air bergas di Desa Sarumana dan Desa Petimbe ini membutuhkan waktu sehingga pemerintah daerah belum bisa mengambil keputusan sebelum adanya hasil penelitian itu," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, dilansir dari Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
Tim ahli tersebut dapat bekerja melakukan penelitian dengan cepat dan tepat. "Jadi kami masih tunggu dulu hasil kajian, baru nanti tentu ada tindakan-tindakan selanjutnya," ucapnya.
Baca Juga :
Pemkab Sigi Libatkan Akademisi Untad Periksa Semburan Air Berisi Gas di PaloloPihaknya belum bisa menilai apakah semburan air bergas itu berbahaya atau tidak. "Pemerintah daerah juga tidak bisa memastikan, karena tim dari akademisi itu perlu mengkaji dan membawa contoh air ke laboratorium," sebutnya.
Ia tidak bisa melakukan intervensi kepada tim ahli untuk segera menyelesaikan pengkajian air bergas di Palolo. "Salah satu bentuk kesyukuran pemerintah daerah dengan dibantunya dalam penelitian air mengandung gas di Kabupaten Sigi, karena memang harus benar-benar dikaji," ungkap dia.
Ilustrasi semburan diduga gas bercampur material pasir dan kerikil yang keluar dari lubang pengeboran sumur warga (MI.Ervan Masbanjar)
Samuel menjelaskan pentingnya ketepatan dan akurasi kajian serta waktu untuk bisa menjawab hasil penelitian air mengandung gas di Sigi. "Apapun hasilnya nanti mereka akan menyampaikan kepada Pemkab Sigi hasil penelitian tersebut," ujarnya
Ia mengingatkan masyarakat tidak mendekati dan menghindari lokasi yang sudah dipasangi garis polisi tersebut. "Kepada masyarakat kami minta tidak mendekat ke lokasi demi keamanan bersama," ucap Samuel.





Komentar (0)