Sanaa: Pasukan loyalis pemerintah Yaman mengaku telah menghadapi sejumlah drone yang berupaya mendekati fasilitas vital di Kota Aden, ibu kota sementara negara itu, di tengah meningkatnya kembali serangan kelompok Houthi.
Melalui pernyataan di platform X pada Senin, 10 Agustus 2026, Pasukan Selatan Yaman yang dipimpin anggota Dewan Kepemimpinan Presiden Abdul Rahman al-Muharrami mengatakan pihaknya tengah menangani "sejumlah drone musuh" yang mencoba mendekati sejumlah fasilitas pelayanan dan infrastruktur penting di Aden.
"Kami sedang menghadapi sejumlah drone musuh yang berusaha mendekati sejumlah fasilitas vital dan layanan publik di ibu kota Aden," demikian pernyataan pasukan tersebut, dikutip dari Anadolu.
Pihak militer tidak menyebut siapa pelaku serangan maupun memberikan rincian lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Beberapa jam sebelumnya, militer Yaman melaporkan serangan Houthi terhadap Kota Mokha dan pelabuhannya di Yaman barat menewaskan tujuh orang, termasuk empat prajurit, serta melukai 30 lainnya. Militer juga mengklaim berhasil menembak jatuh 11 drone yang digunakan dalam serangan itu.
Sementara itu, kelompok Houthi pada Minggu menyatakan telah menyerang apa yang mereka sebut sebagai konsentrasi pasukan dan gudang senjata Arab Saudi di kawasan Mokha.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim operasi tersebut menggunakan rudal balistik dan drone serta menimbulkan kerusakan besar pada peralatan militer.
Pelabuhan Mokha merupakan salah satu pelabuhan penting di Yaman yang berada di dekat Selat Bab al-Mandab dan dikuasai Pasukan Perlawanan Nasional yang dipimpin anggota Dewan Kepemimpinan Presiden Tariq Saleh.
Pertempuran di berbagai wilayah Yaman kembali meningkat sejak bulan lalu setelah sempat mereda sejak April 2022. Konflik antara pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran telah berlangsung sejak 2014.
Baca juga: AS Tegaskan Dukungan kepada Yaman di Tengah Eskalasi Serangan Houthi





Komentar (0)