Konektivitas merupakan tulang punggung digitalisasi yang krusial bagi para pengembang gim.
IDXChannel—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus berupaya mendukung perkembangan industri gim nasional. Salah satunya adalah dengan menggencarkan fiberisasi ke daerah serta penerapan strategi "Terhubung, Tumbuh, Terjaga" (T3) sebagai kompas kebijakan.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Stafsus Menteri Bidang Kepemudaan dan Start Up Komdigi, Alfreno Kautsar Ramadhan, dalam peringatan Hari Game Indonesia di FX Sudirman, Sabtu (8/8/2026).
Alfreno menegaskan bahwa konektivitas merupakan tulang punggung digitalisasi yang krusial bagi para pengembang gim. Tanpa infrastruktur yang mumpuni, proses inovasi hingga distribusi gim di platform digital akan terhambat.
"Connectivity menjadi backbone of digitalization. Hari ini ketika teman-teman banyak yang punya games di digital platforms, pasti kan membutuhkan connectivity untuk upload ataupun untuk research, and that's the thing that we want to catalyze," ujar Alfreno.
Maka dari itu, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi tengah menggenjot program fiberisasi di daerah. Alfredo menyebutkan bahwa hal itu terlihat dari banyaknya Kampung Internet yang kini telah menjangkau sekitar 2.000 titik di seluruh Indonesia.
Program ini ditujukan untuk memangkas kesenjangan akses internet, sehingga pengembang gim di pelosok desa dapat memiliki koneksi yang stabil untuk mendukung produktivitas mereka.
Sejalan dengan penguatan infrastruktur, Komdigi juga menerapkan strategi komprehensif bertajuk T3 untuk melindungi dan menumbuhkan ekosistem digital nasional. Strategi ini menjadi fondasi bagi kementerian dalam menyinergikan pengembangan talenta dengan perlindungan industri.
"Jadi kita sekarang mempunyai arah Indonesia Digital itu terhubung, tumbuh, terjaga. Jadi T3. T3 ini kita harapkan untuk menjadi kompas bagi satu kementerian kita. Terhubung, yang tadi sudah sempat kita sampaikan bahwa connectivity menjadi salah satu prioritas kami," jelas dia.
Di sisi pertumbuhan industri, Alfredo menyoroti peran penting Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) sebagai wadah akselerasi. Melalui platform tersebut, potensi bisnis yang dihasilkan cukup signifikan.
Yakni menyentuh angka USD170 juta dalam bentuk business matchmaking. Ke depannya, Komdigi berkomitmen untuk terus membuka peluang bagi pengembang lokal agar dapat bersaing di pasar global.
(Nadya Kurnia)






Komentar (0)