Harga CPO Menguat, Pasar Tunggu Data Stok dan Produksi Malaysia

idxchannel.com
53 menit lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan penguatan pada Senin (10/8/2026), mengikuti kenaikan harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago.

Harga CPO Menguat, Pasar Tunggu Data Stok dan Produksi Malaysia. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan penguatan pada Senin (10/8/2026), mengikuti kenaikan harga minyak nabati pesaing di bursa Dalian dan Chicago.

Pelaku pasar kini menanti laporan bulanan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) untuk mendapatkan petunjuk mengenai kondisi stok dan tren produksi sawit Malaysia.

Baca Juga:
Rupiah Hari Ini Ditutup Bertenaga ke Rp17.755 per USD

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,00 persen menjadi 4.724 ringgit Malaysia per metrik ton hingga pukul 15.34 WIB.

"Pergerakan kontrak berjangka hari ini untuk sementara akan mengikuti kinerja eksternal, sembari menunggu rilis data MPOB serta data ekspor 10 hari pertama yang dirilis kemudian," ujar seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Wamenkeu Juda Agung Nilai Peluncuran ETF Emas Bakal Dorong Pendalaman di Pasar Modal

Data MPOB yang dirilis pada jeda perdagangan Senin menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada Juli meningkat 3,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 2,63 juta metrik ton.

Sementara itu, sejumlah lembaga survei kargo dijadwalkan merilis estimasi ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1-10 Agustus pada hari yang sama.

Baca Juga:
IATA Siapkan Capex hingga Rp200 Miliar Garap Infrastruktur Pelabuhan dan Conveyor

Penguatan harga CPO juga sejalan dengan kenaikan minyak nabati pesaing. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,4 persen.

Sementara kontrak minyak sawit Dalian menguat 0,81 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga naik 0,77 persen.

Pergerakan harga CPO kerap mengikuti minyak nabati pesaing karena komoditas-komoditas tersebut bersaing untuk memperoleh pangsa pasar minyak nabati global.

Di sisi lain, harga minyak mentah turut menguat pada Senin di tengah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Iran menyatakan Amerika Serikat (AS) harus memenuhi sejumlah persyaratan, sementara Teheran dan Oman memasuki tahap akhir pembahasan mengenai jalur pelayaran baru.

Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel karena meningkatkan daya saingnya dibandingkan bahan bakar fosil.

Namun, penguatan ringgit berpotensi membatasi kenaikan harga CPO.

Mata uang Malaysia tersebut menguat 0,02 persen terhadap dolar AS, sehingga harga CPO menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
• 7 jam lalu
0
thumb
Topan Dolphin Melanda, Kekuatan Melebihi Topan Bavi, Berpotensi Menghantam Sejumlah Wilayah Jiangsu dan Zhejiang, Tiongkok
• 20 jam lalu
0
thumb
Seorang Pria Rusak Palang Pintu yang Menutup saat Kereta Melintas di Sleman
• 8 jam lalu
0
thumb
Menyusuri Kelenteng Tay Kak Sie, Jejak Sejarah Tionghoa di Kota Semarang
• 4 jam lalu
0
thumb
Kecam Penyebar Hoaks Rusuh Jakarta, JMP: Jangan Pertaruhkan Keamanan Warga
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.