Jakarta, tvOnenews.com – Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan awal pekan dengan penguatan cukup tajam, mata uang rupiah menguat 142 poin ke level Rp17.755 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat menguat hingga 145 poin.
“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 142 poin sebelumnya sempat menguat 145 poin dilevel Rp17.755 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.897,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/8/2026).
Menurut Ibrahim, tren penguatan rupiah masih berpeluang berlanjut pada perdagangan Selasa (11/8/2026), meski pergerakannya diperkirakan tetap fluktuatif.
“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp17.700- Rp17.750,” ujarnya.
Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah keputusan Presiden Prabowo Subianto mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif kepada DPR RI.
Pengajuan tersebut dilakukan melalui Surat Presiden (Surpres) yang telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk mengisi posisi Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
“Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI,” kata Ibrahim.
“Penunjukan ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk mengisi posisi kepala bank sentral,” sambungnya.
Pencalonan Destry memberikan kepastian mengenai arah proses pergantian pimpinan bank sentral. Destry sendiri saat ini menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Di tengah penguatan rupiah, terdapat sinyal yang perlu dicermati dari sisi konsumsi domestik. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia kembali mengalami penurunan pada Juli 2026.
Berdasarkan data BI, IKK Juli 2026 turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Juni 2026. Pelemahan tersebut sekaligus menjadi penurunan ketiga secara berturut-turut.
Tren tersebut mengindikasikan konsumen mulai lebih berhati-hati dalam menilai kondisi ekonomi dan mengambil keputusan belanja. (agr)





Komentar (0)