Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat upaya penyelarasan dan keterkaitan (link and match) antara dunia pendidikan dengan industri berbasis data.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan ) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, salah satu langkah penting dalam upaya ini adalah penguatan Sistem Informasi Pasar Kerja (Labour Market Information System/LMIS).
“Ditekankan penguatan LMIS agar data kebutuhan tenaga kerja dapat diakses secara real-time oleh dunia pendidikan dan industri,” kata Anwar saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Adapun LMIS sendiri merupakan platform data terpadu dari Kemnaker yang dikelola oleh Pusat Pasar Kerja (Pasker ID) untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarkan informasi ketenagakerjaan serta mempertemukan pencari kerja dengan industri.
Baca juga: Kemnaker: Magang Nasional 2026 perkuat link and match dengan industri
LMIS memiliki sejumlah fungsi utama, yakni integrasi data yang menghubungkan informasi pasar kerja dari lembaga pemerintah maupun sektor swasta.
Lebih lanjut, LMIS pun difungsikan untuk mengatasi ketidaksesuaian (mismatch) dengan menjembatani kesenjangan antara kompetensi dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Selain itu, LMIS juga menyediakan akses lowongan kerja, bursa kerja (job fair), dan data pelatihan agar para angkatan kerja mampu mengakses berbagai informasi ketenagakerjaan secara lebih mudah dan terintegrasi.
Anwar menambahkan, Kemnaker juga memiliki sejumlah langkah strategis lainnya untuk menghadapi mismatch antara pendidikan dengan industri.
Baca juga: Menaker: Transformasi Balai K3 garda terdepan cegah kecelakaan kerja
“Selain memperkuat link and match antara pendidikan dan industri, Kemnaker juga memodernisasi pelatihan vokasi, melakukan pemetaan kebutuhan keterampilan masa depan, serta program Magang Nasional (MagangHub),” ujar Anwar.
Khusus untuk Magang Nasional, program ini ia sebut merupakan salah satu instrumen penting untuk menjembatani transisi lulusan perguruan tinggi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Program ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan penempatan peserta magang, tetapi sebagai proses pembelajaran kerja yang terstruktur, melibatkan perusahaan sebagai tempat belajar, mentor sebagai pembimbing, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang terus diperbaiki.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan ) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, salah satu langkah penting dalam upaya ini adalah penguatan Sistem Informasi Pasar Kerja (Labour Market Information System/LMIS).
“Ditekankan penguatan LMIS agar data kebutuhan tenaga kerja dapat diakses secara real-time oleh dunia pendidikan dan industri,” kata Anwar saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Adapun LMIS sendiri merupakan platform data terpadu dari Kemnaker yang dikelola oleh Pusat Pasar Kerja (Pasker ID) untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarkan informasi ketenagakerjaan serta mempertemukan pencari kerja dengan industri.
Baca juga: Kemnaker: Magang Nasional 2026 perkuat link and match dengan industri
LMIS memiliki sejumlah fungsi utama, yakni integrasi data yang menghubungkan informasi pasar kerja dari lembaga pemerintah maupun sektor swasta.
Lebih lanjut, LMIS pun difungsikan untuk mengatasi ketidaksesuaian (mismatch) dengan menjembatani kesenjangan antara kompetensi dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Selain itu, LMIS juga menyediakan akses lowongan kerja, bursa kerja (job fair), dan data pelatihan agar para angkatan kerja mampu mengakses berbagai informasi ketenagakerjaan secara lebih mudah dan terintegrasi.
Anwar menambahkan, Kemnaker juga memiliki sejumlah langkah strategis lainnya untuk menghadapi mismatch antara pendidikan dengan industri.
Baca juga: Menaker: Transformasi Balai K3 garda terdepan cegah kecelakaan kerja
“Selain memperkuat link and match antara pendidikan dan industri, Kemnaker juga memodernisasi pelatihan vokasi, melakukan pemetaan kebutuhan keterampilan masa depan, serta program Magang Nasional (MagangHub),” ujar Anwar.
Khusus untuk Magang Nasional, program ini ia sebut merupakan salah satu instrumen penting untuk menjembatani transisi lulusan perguruan tinggi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Program ini dirancang bukan hanya sebagai kegiatan penempatan peserta magang, tetapi sebagai proses pembelajaran kerja yang terstruktur, melibatkan perusahaan sebagai tempat belajar, mentor sebagai pembimbing, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang terus diperbaiki.






Komentar (0)