Pantau - Kantor Staf Presiden (KSP) menilai penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) menjadi langkah strategis pemerintah untuk menghadirkan pendidikan berkualitas secara merata hingga wilayah Indonesia yang sebelumnya sulit terjangkau.
Kepala KSP Dudung Abdurachman mengatakan dimulainya pembelajaran angkatan pertama SNT menjadi bagian dari sejarah pendidikan nasional karena sekolah tersebut dirancang menjadi perintis pendidikan terintegrasi dari wilayah barat Pulau Sumatera hingga Papua.
"Sekolah Nasional Terintegrasi ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan intervensi strategis negara dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dekat dengan masyarakat hingga ke seluruh pelosok negeri," kata Dudung dalam pembukaan MPLS Sekolah Nasional Terintegrasi Angkatan Pertama di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8/2026).
Menurut Dudung, keberadaan SNT juga menjadi kesempatan untuk mengukur peningkatan sekaligus pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Dudung mengatakan KSP memiliki mandat memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk SNT, dapat direalisasikan tanpa hambatan.
"Kesempatan emas dalam mengukur peningkatan dan pemerataan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh wilayah Indonesia melalui hadirnya SNT. KSP memiliki mandat langsung dalam memastikan program prioritas Presiden terealisasi tanpa hambatan, termasuk program SNT," ucapnya.
Menurut Dudung, keberhasilan penetapan, pembangunan, dan penyelenggaraan SNT membutuhkan sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta komitmen seluruh pihak terkait.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama terhadap pendidikan bermutu.
Dudung juga meminta para murid SNT memanfaatkan kesempatan belajar untuk mengembangkan kemampuan, mengejar cita-cita, dan membangun karakter.
"Jadikanlah Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi tempat untuk berkembang, bermimpi setinggi-tingginya, dan terus mengejar masa depan pendidikan karakter yang lebih baik," kata Dudung.
Ia menekankan prestasi dan penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan bersama kejujuran serta pembentukan karakter agar peserta didik tumbuh menjadi generasi cerdas dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan maupun masyarakat.
Dudung memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan guru yang menjadi garda terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Menurut dia, guru memiliki peran penting dalam mengenali potensi dan kekhususan setiap peserta didik sehingga kegiatan pendidikan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi.
"Ruang kelas bukan hanya tempat untuk proses belajar mengajar, penyampaian materi, tapi menjadi saksi bagaimana masa depan anak Indonesia ini mulai dibentuk," katanya.
Penyelenggaraan angkatan pertama SNT diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat pemerataan layanan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.





Komentar (0)