JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar operasi katarak dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, petugas, serta warga binaan di wilayah Daerah Khusus Jakarta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di RSU Pemasyarakatan Jakarta, Cipinang, Jakarta Timur, pada Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Baca juga: Peserta Cek Kesehatan Gratis Tembus 73 Juta hingga Juli 2026, Lampaui Capaian 2025
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, cek kesehatan gratis atau CKG penting dilakukan untuk mendeteksi penyakit yang kerap tidak menimbulkan gejala sejak awal.
Menurut dia, hipertensi dan diabetes perlu dideteksi lebih dini karena dapat memicu penyakit serius seperti stroke, gangguan ginjal, dan serangan jantung jika tidak terkontrol.
“Begitu ada risiko bakal sakit, dicegah,” kata Benjamin dalam kegiatan tersebut, Senin (10/8/2026).
Baca juga: Kemenkes Klaim 50,5 Juta Masyarakat Sudah Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Benjamin juga mendorong pemeriksaan rutin bagi warga binaan dan petugas pemasyarakatan melalui klinik yang tersedia di lapas dan rutan.
Ia mengusulkan agar pemeriksaan tekanan darah dan gula darah dilakukan secara berkala sehingga warga binaan yang memiliki risiko penyakit dapat segera memperoleh penanganan.
“Seluruh napi sebulan sekali ditensi, seluruh napi sebulan sekali dicek gula darah,” ujar Benjamin.
Menurut Benjamin, langkah tersebut dapat membantu menjaga warga binaan tetap sehat selama menjalani masa pembinaan sekaligus mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat.
Baca juga: Doa Kebangsaan di Monas, Menag Banggakan Capaian MBG hingga Cek Kesehatan Gratis
Selain CKG, kegiatan tersebut juga mencakup operasi katarak bagi masyarakat dan warga binaan yang membutuhkan penanganan.
Benjamin menjelaskan, katarak dapat ditangani dengan mengganti lensa mata yang rusak sehingga penglihatan pasien dapat kembali membaik.
Di sisi lain, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, pihaknya memiliki 531 lapas dan rutan yang dapat menjadi titik pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Agus menyebut fasilitas kesehatan di lapas dan rutan tidak hanya diarahkan untuk melayani warga binaan, tetapi juga berpotensi menjangkau masyarakat di sekitar lapas dan rutan.
Baca juga: Cerita Ojol Perempuan Cek Kesehatan Gratis: Kalau Umum Ga Mampu Bayar
“Kami siap untuk menjadi kepanjangan tangan Bapak untuk sama-sama kita bisa mensukseskan program pemerintah di dalam melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Agus.






Komentar (0)