JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Yayasan Harapan Ibu membantah soal adanya kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah mereka yang berada di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"Perlu ditegaskan sejak sekolah berdiri tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak," jelas kuasa hukun yayasan, Alvon Kurnia Palma, dalam konferensi pers di wilayah Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).
Alvon menjelaskan, kegiatan ekstrakurikuler menembak tidak mungkin diadakan di dalam area sekolah karena membahayakan para siswa.
Baca juga: Kondisi Terkini Gedung Bapenda Usai Kebakaran, Bisa Direnovasi?
Menurut dia, semua area sekolah adalah tempat terbuka untuk para siswa bermain sehingga sangat berisiko jika ada ekstrakurikuler menembak.
"Tentunya tidak aman untuk anak-anak (kalau ada ekstrakurikuler menembak di sekolah)," ujarnya.
Di sisi lain, Alvon meminta pihak yang menyebut adanya kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut untuk membuktikannya.
Dia menyinggung nama Suryo yang disebut sebagai ketua pembina yayasan saat itu dan dikabarkan telah memberikan persetujuan terhadap kegiatan menembak.
Alvon mengatakan, pihak yang menyebut adanya persetujuan tersebut perlu menunjukkan bukti yang mendukung pernyataan tersebut.
Alvon juga mempertanyakan kapasitas Suryo dalam memberikan persetujuan pada saat itu.
Menurut dia, Suryo ketika itu telah berusia 104 tahun sehingga terdapat keterbatasan dalam memahami, mengetahui, dan menyetujui suatu usulan.
Baca juga: Yayasan Harapan Ibu Minta Polisi Sterilisasi Area Sekolah Usai Temuan 995 Airsoft Gun
"Ketika ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler dan itu sudah disetujui tolong dibuktikan. Tolong dibuktikan. Jangan sampai ini menjadi suatu hal-hal yang melegitimasi sesuatu hal yang sebenarnya tidak benar gitu. Ini menurut kami jadi penting gitu. Jangan mencari alasan-alasan yang sebenarnya tidak ada," jelas Alvon.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Berburu dan Tembak Seluruh Indonesia (Perbakin) Alhadid Endar Putra mengatakan, 995 airsoft gun yang ditemukan di sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, merupakan milik pihaknya dan perlengkapan untuk kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) menembak.
“Itu bukan senjata sebetulnya, airsoft gun buat olahraga, buat ekskul menembak dan panahan di sekolah itu. Udah ada dari tahun 2021 di sana,” kata Alhadid saat dihubungi Kompas.com lewat panggilan telepon, Kamis (6/8/2026).
Menurut Alhadid, keberadaan airsoft gun telah diketahui oleh pihak sekolah sejak awal.
Ratusan airsoft gun itu merupakan perlengkapan yang sebelumnya digunakan atlet tembak Perbakin saat menjalani pelatihan untuk mengikuti Southeast Asian Shooting Association (SEASA) Championship 2028.






Komentar (0)