Polresta Banyumas Koordinasi dengan Polda Metro soal Ekshumasi Jenazah Sutrimo

kumparan.com
59 menit lalu
Cover Berita

Polresta Banyumas, Jawa Tengah, akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait proses ekshumasi jenazah Sutrimo yang dilaporkan meninggal dunia secara tidak wajar. Perkara tersebut kini telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya (PMJ).

Sutrimo disebut bekerja sebagai kepala rumah tangga di kediaman mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Sutrimo meninggal dunia di depan Klinik Kecantikan Mordent, kawasan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penyebab kematiannya hingga kini masih didalami aparat penegak hukum.

Jenazah Sutrimo kemudian dimakamkan pada Kamis (23/7/2026) di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Keluarga Sutrimo kemudian mendatangi Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8) malam untuk membuat laporan.

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

"Pada dasarnya kami siap membantu Polda Metro Jaya karena perkaranya sudah dilimpahkan, laporan polisinya sudah dilimpahkan kepada Polda Metro Jaya," ujar Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P Silalahi kepada wartawan, Senin (10/8).

Meski demikian, Petrus mengaku belum mengetahui kapan ekshumasi akan dilaksanakan. Dia memastikan Polresta Banyumas siap memfasilitasi proses tersebut kapan pun dijadwalkan oleh Polda Metro Jaya.

"Nah yang pasti kami manut dengan jadwal, agendanya Polda Metro Jaya. Misalkan hari ini, kami siap; besok siap, lusa siap. Pokoknya kami siap untuk memfasilitasi, untuk mem-back up apabila dilakukan ekshumasi," jelasnya.

Keluarga Minta Perlindungan

Terkait permintaan perlindungan dari keluarga Sutrimo, Petrus menegaskan pihaknya telah memberikan perlindungan.

"Kita sudah memberikan perlindungan, teknisnya enggak mungkin kita sampaikan. Ya, kita sudah berikan perlindungan," kata Petrus.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia jamu Rumania pada Piala Davis Grup II Dunia 2026
• 20 jam lalu
0
thumb
Muhammad Awaluddin Sebut Ekosistem Terintegrasi Kunci JR Hadirkan Pelayanan Maksimal
• 7 jam lalu
0
thumb
Mabuk dan Lupa Putrinya di Mobil, Seorang Pria Didakwa Atas Kematian Balita 2 Tahun akibat Kepanasan
• 2 jam lalu
0
thumb
NIPAH PARK Apresiasi Damkar Bertindak Cepat
• 5 jam lalu
0
thumb
PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026, Minta Publik Tak Salahkan Pemain
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.