Psikolog Forensik: Apakah Sutrimo Saksi Kasus Febrie atau Bukan, Itu yang Lebih Penting Dipecahkan

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Arsip. Psikolog forensik, Reza Indragiri Amriel, berbicara soal kasus kematian Sutrimo yang disebut bekerja di rumah mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. (Sumber: KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan fokus utama penegak hukum dalam kasus kematian Sutrimo seharusnya tidak sekadar pada penyebab kematiannya, melainkan pada pertanyaan apakah almarhum saksi dalam kasus yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah atau bukan.

Pihak keluarga sebelumnya menyebut Sutrimo sudah puluhan tahun bekerja di rumah Febrie, sebelum ditemukan tak sadarkan diri di sebuah klinik kosong di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026.

"Saya pikir, sekali lagi ya, saya tetap memandang bahwa isu yang lebih penting untuk dipecahkan adalah apakah almarhum ini merupakan saksi atau tidak, memiliki keterangan berharga atau tidak," kata Reza dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Senin  (10/8/2026).

Sebab itu, dia menyarankan kepada pihak kepolisian maupun Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk dapat menyampaikan kepada publik, apakah nama Sutrimo tercantum atau tidak dalam daftar saksi.

Baca Juga: Soal Laporan Keluarga Sutrimo, Polresta Banyumas Bakal Limpahkan ke Polda Metro Jaya

Meski begitu, Reza meyakini nama Sutrimo selama ini tidak termasuk dalam daftar saksi. Pasalnya, jika tercantum, menurut dia, pihak kepolisian pasti sudah melakukan ekshumasi atau autopsi terhadap jenazah Sutrimo.

"Perkiraan saya, tidak tercantum, kenapa? Karena kalau nama almarhum memang selama ini sudah tercantum dalam daftar saksi, maka niscaya Polri pasti akan melakukan investigasi, termasuk melakukan ekshumasi bahkan autopsi sejak awal terhadap jasad almarhum. Namun itu tidak dilakukan, sampai sekarang pun tidak dilakukan," tegasnya.

"Saya memaknai itu bahwa memang dari otoritas kepolisian tidak ada urgensi untuk kemudian melakukan kerja-kerja penegakan hukum yang eksesif, yang kemudian membuat biaya penegakan hukum jadi mahal yaitu dengan melakukan eksumasi terhadap jasad almarhum," sambung Reza.

Diberitakan sebelumnya, Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik kosong di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026. 

Sutrimo kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Taman Puring. Pihak rumah sakit menyatakan Sutrimo sudah meninggal dunia saat tiba.

Peristiwa kematian Sutrimo saat ini tengah didalami Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Pihak Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi

Di sisi lain, pihak keluarga telah melaporkan kematian Sutrimo ke Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026).

Laporan tersebut dilayangkan pihak keluarga karena ingin mendapat kepastian hukum terkait kematian Sutrimo di Jakarta Selatan.

"Keluarga juga ingin tahu, ingin memastikan ya kepastian hukumnya seperti apa, apakah itu memang kematiannya wajar atau tidak," kata kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, Sabtu malam.

Menurut dia, sebenarnya pihak keluarga telah menerima kematian Sutrimo, namun belakangan muncul berbagai kabar yang dinilai simpang siur.

"Karena simpang siur berita, begitu kan segala macam, apalagi mohon maaf ada tuduhan katanya keluarga itu tidak melapor gara-gara dapat uang Rp1 miliar," ucap Aan.

 

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Psikolog Forensik
  • kasus kematian sutrimo
  • kematian sutrimo
  • febrie adriansyah
  • sutrimo
  • pegawai febrie adriansyah
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Justin Hubner Jadi Korban Ujaran Kebencian, Jennifer Coppen dan Kamari Ikut Terima Ancaman di Instagram
• 6 jam lalu
0
thumb
KPK-PN Minta Percayakan Kepada KNKT soal Investigasi KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar
• 20 jam lalu
0
thumb
Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Kelola 112.000 Km Fiber
• 1 jam lalu
0
thumb
Elektabilitas Prabowo Teratas, PDI-P: Pilpres Masih 3 Tahun Lagi
• 19 jam lalu
0
thumb
47 Tahun Berdiri untuk Pendidikan, Yayasan Harapan Ibu Jaksel Kini Dihantam Polemik dan Temuan 995 Senjata
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.