JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira mengingatkan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih tiga tahun lagi dan survei yang ada hanya memotret temuan pada saat survei digelar.
Hal ini disampaikan Andreas merespons survei Indonesia Political Opinion yang menempatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi apabila pilpres diadakan saat survei digelar
"Survei kan potret hari ini, pilpres masih 3 tahun lagi," ujar Andreas kepada Kompas.com, Minggu (9/8/2026).
Baca juga: Elektabilitas Prabowo Teratas Versi Survei IPO, Politikus PDI-P Ingatkan PR Pemerintah
Maka dari itu, Andreas menegaskan bahwa hanya Prabowo yang tahu apakah dirinya akan lanjut maju sebagai capres lagi atau tidak.
"Soal lanjut atau tidak, Pak Prabowo yang paling tahu. Saya tidak mampu meramal. Soal ramal meramal politik wilayahnya pengamat," ujar dia.
Elektabilitas Prabowo teratasHasil survei nasional IPO menunjukkan, Prabowo merupakan tokoh yang paling banyak dipilih masyarakat apabila pemilihan presiden (Pilpres) dilaksanakan saat ini, yakni di angka 23,4 persen.
"Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Minggu.
Dedi menjelaskan, keunggulan Prabowo tersebut menunjukkan bahwa posisinya sebagai Presiden masih memberikan pengaruh terhadap tingkat keteringatan (top of mind) masyarakat.
Baca juga: Nasdem: Wajar Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Sedang Berkuasa
Kendati demikian, posisi Prabowo sebagai pemuncak elektabilitas dinilai belum sepenuhnya aman.
Menurut dedi, keberlanjutan dukungan masyarakat akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah menghadirkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh publik.
"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," ujar Dedi.
Di bawah Prabowo, terdapat Gubernur Jawa Barat dengan elektabilitas 21,7 persen, disusul mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan (11,5 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (4,5 persen), mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (4,1 persen), dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (3,9 persen).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)