Masa Depan Robot Humanoid Mulai Dipertaruhkan

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Perkembangan robot humanoid memasuki babak baru yang tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga keamanan nasional dan persaingan geopolitik. Amerika Serikat baru-baru ini mengambil langkah besar dengan memasukkan robot humanoid dan robot berkaki empat buatan luar negeri ke dalam daftar teknologi yang dinilai memiliki risiko keamanan.

Keputusan tersebut dikeluarkan Federal Communications Commission (FCC) pada 28 Juli 2026. Dalam kebijakan terbaru itu, dikutip VIVA Minggu, 9 Agustus 2026, FCC menambahkan advanced robotic devices produksi asing ke dalam Covered List. Perangkat yang masuk daftar tersebut pada dasarnya tidak dapat memperoleh otorisasi peralatan FCC untuk dipasarkan di Amerika Serikat, kecuali mendapatkan persetujuan bersyarat dari pemerintah AS.

Baca Juga :
Peralatan Rumah Tangga Makin Pintar pada 2026, Teknologi Baru Membantu Menghemat Waktu, Listrik, dan Biaya
Rumah Makin Pintar di 2026, Teknologi Baru Mulai Mengambil Alih Pekerjaan Rumah yang Selama Ini Dilakukan Manual

Langkah tersebut menjadi perhatian besar karena robot humanoid sedang berkembang pesat. Teknologi ini diproyeksikan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan, mulai dari industri, logistik, layanan, penelitian, hingga lingkungan rumah tangga.

Robot Humanoid Dianggap Memiliki Risiko Keamanan

FCC tidak hanya melihat robot humanoid sebagai mesin yang mampu berjalan dan melakukan pekerjaan fisik. Perangkat generasi baru biasanya dilengkapi kamera, sensor, konektivitas jaringan, sistem AI, serta kemampuan mengumpulkan dan memproses data.

Dalam dokumen keputusan resminya, FCC menyebut kemampuan robot yang terhubung jaringan dapat menciptakan celah yang memungkinkan manipulasi data maupun operasi fisik robot. Pemerintah AS juga menilai robot buatan asing berpotensi mengumpulkan data yang dapat dimanfaatkan untuk pengawasan atau bahkan dikendalikan dari jarak jauh.

Kekhawatiran tersebut menjadi semakin serius ketika robot digunakan dalam jumlah besar. Robot yang bekerja di pabrik, gudang, fasilitas energi, atau lingkungan sensitif berpotensi memiliki akses terhadap informasi dan kondisi fisik di lokasi tersebut.

Ketua FCC Brendan Carr mengatakan kebijakan ini juga bertujuan mendorong perusahaan meningkatkan produksi di Amerika Serikat. Menurutnya, pemerintah ingin mencegah kondisi ketika jutaan perangkat yang dianggap berisiko sudah tersebar luas sebelum ancaman keamanannya ditangani.

Produk Baru Menghadapi Hambatan Masuk Pasar AS

Masuknya robot produksi asing ke dalam Covered List bukan berarti seluruh robot yang sudah digunakan di Amerika Serikat otomatis dilarang.

Baca Juga :
Perang HP Murah Rp1 Jutaan Semakin Sengit, Produsen Mulai Membawa Fitur Baru
Iran Ancam Gelapkan Negara Teluk jika AS Serang, Pembangkit Listrik Jadi Target
Investasi Talenta Teknologi, Bank Jakarta Perkuat Fondasi Transformasi Berkelanjutan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Geledah 3 Lokasi Usut Suap Proyek di Bengkulu
• 3 jam lalu
0
thumb
Identitas 2 Korban Penembakan OTK di Festival Lembah Baliem Papua, Begini Kondisinya
• 16 jam lalu
0
thumb
Pihak Richard Lee Akui Ada Kejanggalan di Pernyataan Para Saksi di Persidangan
• 22 jam lalu
0
thumb
Cuaca Jakarta di Akhir Pekan: Berawan, Suhu Capai 34 Derajat
• 7 jam lalu
0
thumb
Tabrakan Antar Kapal Militer Tiongkok Tewaskan 2 Personil, Analis: Ambisi Hegemoni Mengungkap Kekacauan di Tubuh Militer
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.