Kondisi Keuangan Terkini Warga RI: Tabungan Turun, Cicilan Naik

cnbcindonesia.com
49 menit lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/ Simulasi Pajak TER/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Data hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) terbaru menunjukkan, proporsi pendapatan konsumen di Indonesia yang digunakan untuk menabung dan konsumsi turun, saat proposi untuk cicilan naik.

Berdasarkan hasil Survei Konsumen BI pada Juli 2026 yang terkait dengan Kondisi Keuangan Konsumen, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi tercatat hanya sebesar 72,7%, turun dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 73%.


Baca: Khawatir Susah Cari Kerja-Penghasilan Turun, IKK Juli 2026 Merosot

Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan atau utang dari pendapatan konsumen justru naik menjadi sebesar 10,5% dari sebelumnya hanya 10%, dan proporsi pendapatan konsumen yang disimpan atau ditabung turun menjadi 16,8% dari bulan sebelumnya 17%.

"Porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan mengalami peningkatan pada sebagian besar kelompok pengeluaran," sebagaimana tertulis dalam laporan hasil Surve Konsumen BI, Senin (10/8/2026).

Cicilan Orang Kaya-Kelas Menengah Naik

Kenaikan rasio pembayaran cicilan dari total pendapatan yang naik terjadi untuk kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta, yakni menjadi 13% dari sebelumnya 11,5%. Lalu, kelompok pendapatan Rp 3-5 juta juga naik menjadi 12,7% dari sebelumnya 11,4%.

Untuk kelompok pengeluaran Rp 3,1-4 juta, rasio pembayaran cicilan nya menjadi 11,3% dari sebelumnya 10,8%, dan untuk pengeluaran Rp 2,1-3 juta naik menjadi 10,3% dari sebelumnya 9,2%.

Baca: Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.800 Pagi Ini

Hanya kelompok pengeluaran terkecil, yakni Rp 1-2 juta yang rasio pembyaran cicilan terhadap pendapatannya yang mengalami penurunan berdasarkan survei BI terbaru itu, yakni menjadi 7,9% dari sebelumnya 8,2%.

Makin Sulit Nabung, Kecuali Untuk Si-Kaya

Adapun untuk proporsi tabungan dari total pendatan untuk kelompok pengeluaran tertinggi, yakni di atas Rp 5 juta justru masih mampu mengalami kenaikan, yakni menjadi 18% dari sebelumnya 17,6%. Demikian juga untuk pengeluaran Rp 2,1-3 juta yang naik dari 15,6% menjadi 16,3%.

Sedangkan sisanya turun, seperti kelompok pengeluaran Rp 4,1-5 juta yang rasio tabungan dari pendapatannya turun menjadi 15,9% dari sebelumnya 16,9%. Begitu pula dengan kelompok pengeluaran Rp 3,1-4 juta menjadi 15,8% dari sebelumnya 17,1%.

Baca: Menanti Pidato Kenegaraan Prabowo di Tengah "Banjir" Kabar dari AS

Kelompok pengeluaran terbawah, yakni Rp 1-2 juta juga mengalami kemersotoan kemampuan untuk menabung, dengan rasio tabungan terhadap pendapatannya menjadi hanya sebesar 15,9% dari sebelumnya 17,2%.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Capai 5,29%

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BREAKING: Mal Nipah Makassar Terbakar
• 15 jam lalu
0
thumb
Di Balik Kegagalan Timnas Indonesia: Segunung Masalah Tak Bisa Dijawab Naturalisasi ala Erick Thohir
• 10 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Gudang di Tangerang Mulai Pendinginan Usai 6 Jam Terbakar
• 19 jam lalu
0
thumb
Foto: Bangunan Mangkrak di Serbia Jadi Sarang Burung Bangau Putih
• 21 jam lalu
0
thumb
Update Kasus Korupsi MBG, Kejagung Panggil 16 Saksi Hari Ini
• 9 menit lalu
0
Berhasil disimpan.