HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan ekosistem layanan haji nasional yang lebih terintegrasi.
Sinergi tersebut diarahkan pada sejumlah sektor strategis, mulai perluasan layanan digital, peningkatan jumlah pendaftar haji baru, optimalisasi pengelolaan dana haji, hingga penguatan bisnis Bank Muamalat sebagai bagian dari ekosistem keuangan syariah nasional.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, mengatakan sinergi dengan Bank Muamalat merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan haji yang lebih mudah, efisien, dan terintegrasi.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi calon jemaah haji, tetapi juga membuka ruang penguatan bisnis perbankan syariah.
“Sinergi antara BPKH dan Bank Muamalat bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi merupakan kemitraan strategis untuk menghadirkan layanan haji yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas. Kami ingin kolaborasi ini memberikan manfaat nyata, baik bagi jemaah maupun bagi penguatan bisnis Bank Muamalat,” kata Harry.
Harry mengatakan, BPKH bersama Bank Muamalat mengembangkan sejumlah inisiatif untuk memperkuat integrasi layanan haji.
Salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan BPKH Apps untuk mendukung integrasi pembukaan rekening setoran dan rekening pelunasan haji.
Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk memperkuat akuisisi calon jemaah, meningkatkan aktivitas cross selling, serta mengoptimalkan pengelolaan likuiditas dana haji.
Selain itu, kolaborasi mencakup perluasan layanan pembayaran digital melalui integrasi payment gateway Bank Muamalat.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan bisnis Bank Muamalat sekaligus meningkatkan kualitas dan kemudahan layanan bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, mengatakan Synergy Roadshow menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara Bank Muamalat dan BPKH dalam menangkap peluang bisnis dari ekosistem haji dan umrah.
“Sinergi BPKH dan Bank Muamalat merupakan upaya bersama untuk menghadirkan layanan, produk, dan nilai tambah yang semakin baik bagi masyarakat,” ujar Imam.
Menurutnya, ekosistem haji dan umrah memiliki cakupan yang luas dan memberikan multiplier effect terhadap berbagai sektor ekonomi dan sosial.
“Haji dan umrah merupakan ekosistem besar yang memiliki multiplier effect bagi berbagai sektor ekonomi dan sosial. Melalui kolaborasi ini kami ingin memperkuat layanan sekaligus memberikan kebermanfaatan yang berkelanjutan,” katanya.
Imam menambahkan, Bank Muamalat terus menjalankan strategi pertumbuhan melalui penguatan segmen ritel, digitalisasi layanan, serta pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu fokusnya yakni memperkuat layanan yang berkaitan dengan kebutuhan haji dan umrah.
Sejumlah layanan telah dikembangkan Bank Muamalat, termasuk fitur Bank Haji pada aplikasi Muamalat DIN, kemudahan proses pendaftaran dan pelunasan haji, serta pemanfaatan Kartu Haji Indonesia.
Tak hanya layanan digital, kolaborasi BPKH dan Bank Muamalat juga mencakup perluasan edukasi kepada masyarakat terkait layanan dan keuangan haji.
Kedua lembaga juga mendorong optimalisasi proses layanan haji, penguatan layanan kustodian, serta pengembangan berbagai inovasi yang mendukung tata kelola dan kemudahan akses bagi calon jemaah.
Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemudahan, keamanan, dan integrasi layanan haji bagi masyarakat.
Di sisi lain, kolaborasi BPKH dan Bank Muamalat diharapkan semakin memperkuat peran sektor keuangan syariah dalam mendukung ekosistem haji dan umrah sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
Penguatan ekosistem tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan haji yang semakin modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.






Komentar (0)