Trump Isyaratkan AS Beralih Tekan Iran Lewat Ekonomi Ketimbang Operasi Militer Baru

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan Washington akan semakin mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran ketimbang segera melancarkan operasi militer baru di tengah ketegangan kedua negara.

Trump menyampaikan strategi tersebut dalam wawancara dengan Axios pada Minggu (9/8/2026), sembari menyebut Amerika Serikat terus mengawasi kondisi perekonomian Iran.

“Kami melakukannya dengan pendekatan yang tidak terlalu mencolok,” kata Trump kepada Axios.

Trump Soroti Kondisi Ekonomi Iran

Trump mengatakan Washington saat ini hanya setengah bernegosiasi dengan Teheran dan pada saat bersamaan memantau kondisi ekonomi Iran yang dinilainya semakin memburuk.

“Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak memiliki uang,” ujarnya.

Trump berpendapat Iran menghadapi kondisi finansial yang sangat buruk hingga mengalami kesulitan membayar gaji tentaranya.

Menurut Trump, blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan terhadap Pemerintah Iran sekaligus memperburuk krisis ekonomi negara tersebut.

Ia juga mengatakan dampak ekonomi konflik terhadap masyarakat Amerika Serikat telah mereda setelah harga minyak turun menjadi sedikit di atas 75 dolar AS per barel.

“Ini akan berakhir dengan baik. Selalu berakhir dengan baik. Ini seperti permainan catur,” kata Trump mengenai konfrontasi dengan Teheran.

Perundingan AS-Iran Terhenti

Washington dan Teheran sebelumnya menandatangani perjanjian kerangka pada 18 Juni 2026 dan memulai perundingan untuk mencapai kesepakatan final.

Pembicaraan tersebut kemudian terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Ketegangan kembali meningkat pada Juli 2026 ketika Amerika Serikat melancarkan serangan di wilayah Iran.

Teheran membalas dengan menyerang sejumlah lokasi yang disebut sebagai fasilitas dan peralatan militer Amerika Serikat di beberapa negara Arab, terutama Yordania, Bahrain, dan Kuwait.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dishub DKI Jakarta Luncurkan Call Center, Bisa Derek Mobil hingga Pemanduan Kendaraan Jenazah
• 23 jam lalu
0
thumb
Pengungkapan Kasus Eks Jampidsus Harus Tuntas
• 10 jam lalu
0
thumb
Siswa Sekolah Rakyat Sambut Seskab Teddy dengan Puisi tentang Perjalanan dari Jalanan Menuju Masa Depan
• 12 jam lalu
0
thumb
Sambut 9.411 Mahasiswa Baru, PKKMB Unair 2026 Ditutup Bagi-Bagi Laptop hingga Aksi Yura Yunita
• 1 jam lalu
0
thumb
Laporan Keluarga Sutrimo soal Dugaan Kematian Tak Wajar Diterima Polda Metro
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.