Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea dan Cukai, TNI AL, Bareskrim Polri, BIN, dan Polda Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan sekitar 1,3 ton ketamine di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Dalam operasi tersebut, delapan Anak Buah Kapal (ABK) diamankan.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, pengungkapan itu bermula dari informasi intelijen terkait pergerakan kapal yang diduga membawa narkotika dari kawasan Teluk Thailand menuju Indonesia.

Informasi tersebut kemudian diperkuat dengan data intelijen dari Taiwan Coast Guard pada awal Agustus 2026.

Operasi penyekatan dilakukan pada Kamis (6/8), setelah kapal target terpantau memasuki perairan Indonesia. TNI AL mengerahkan KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, dan KRI Karotang-872 untuk mencegat kapal bernama King Sun tersebut.

“Dalam operasi gabungan tersebut, petugas mengamankan sebuah kapal bernama King Sun beserta delapan orang anak buah kapal (ABK) yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika internasional,” kata Suyudi dalam keterangannya, Senin (10/8).

Kapal kemudian dikawal menuju perairan Bintan untuk menjalani pemeriksaan. Petugas gabungan selanjutnya menemukan ruang penyimpanan rahasia di bawah lantai kamar ABK asal Taiwan.

Dari pemeriksaan itu, petugas menyita 65 karung. Sebanyak 64 karung berisi masing-masing sekitar 20 bungkus teh China berwarna hijau, sedangkan satu karung lainnya berisi 18 bungkus. Seluruhnya diduga berisi ketamine berbentuk kristal dengan berat bruto sekitar 1,3 ton.

“Upaya tersebut membuahkan hasil setelah petugas menemukan lokasi penyimpanan rahasia di bawah lantai kamar ABK asal Taiwan yang diduga digunakan untuk menyembunyikan narkotika,” ujarnya

Delapan ABK yang diamankan masing-masing berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL. Mereka terdiri dari satu warga negara Taiwan dan tujuh warga negara Myanmar.

Suyudi mengatakan, pengungkapan ini masih dikembangkan untuk membongkar jaringan penyelundupan narkotika lintas negara.

“Pengungkapan ini menjadi langkah penting dalam memutus jalur masuk narkotika melalui jalur laut sekaligus membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas negara,” kata Suyudi.

Tim gabungan selanjutnya memeriksa para ABK untuk mengungkap pihak lain yang terlibat, termasuk jalur logistik internasional yang digunakan dalam penyelundupan tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Kota Kembali Normal
• 19 jam lalu
0
thumb
Hasil Moto2 Inggris: Mario Suryo Aji Finis di Posisi 22, Salac Juara
• 18 jam lalu
0
thumb
Kehadiran Danijel Loncar di Persib Jadi Ancaman Pemain Lainnya, Siapa Saja Bakal Tersisih?
• 2 jam lalu
0
thumb
DPRD Bandung Petakan Risiko Proyek RSUD dan Gedung Inspektorat, Cegah Molor hingga Anggaran Membengkak
• 21 jam lalu
0
thumb
Susul Kembaran, Lee Da-yeong Bintang Voli Korea Selatan yang Terjerat Skandal Kini Abroad di Eropa
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.