Komisi X DPR Desak Transparansi Pengusutan Kasus Senjata di Sekolah

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta kasus temuan berbagai barang yang diduga senjata api di salah satu sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, diusut secara profesional dan transparan dengan tetap mengedepankan keselamatan peserta didik.

Menurutnya, lingkungan sekolah harus tetap menjadi ruang belajar yang aman dan kondusif bagi peserta didik.

“Kami memandang temuan berbagai barang, baik yang diduga berupa senjata api maupun barang lain di lingkungan salah satu sekolah di Jakarta Selatan merupakan persoalan yang sangat serius dan harus diusut secara menyeluruh, profesional, serta transparan oleh aparat penegak hukum,” ujar Hetifah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, keselamatan peserta didik serta terjaganya sekolah sebagai ruang belajar yang aman harus menjadi prioritas utama. Namun, seluruh pihak juga diminta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga proses penyelidikan aparat penegak hukum menghasilkan kesimpulan berdasarkan fakta dan alat bukti.

“Seluruh pihak juga harus mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menunggu hasil penyelidikan, agar status setiap barang yang ditemukan maupun pihak yang bertanggung jawab atas barang-barang tersebut dapat dipastikan berdasarkan fakta dan alat bukti,” katanya.

Hingga saat ini, kata dia, Komisi X DPR RI belum menerima penjelasan resmi dari aparat penegak hukum maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait perkembangan kasus tersebut.

Meski demikian, Komisi X mendorong Kemendikdasmen untuk berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian guna memastikan proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan dan tidak terganggu. Selain itu, evaluasi terhadap tata kelola aset, pengawasan, dan sistem keamanan di satuan pendidikan juga dinilai perlu dilakukan.

Hetifah mengingatkan agar kasus tersebut tidak digeneralisasi sebagai gambaran kondisi sekolah maupun dunia pendidikan Indonesia secara keseluruhan. Menurutnya, kasus tersebut harus dipandang sebagai dugaan peristiwa yang bersifat spesifik dan perlu ditangani berdasarkan fakta yang ditemukan.

“Kami juga menegaskan bahwa kasus ini harus dipandang sebagai dugaan peristiwa yang bersifat spesifik, dan jangan digeneralisasi sebagai gambaran kondisi sekolah maupun dunia pendidikan Indonesia secara keseluruhan,” ucapnya.

Ia menilai peristiwa tersebut justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, pengawasan, dan sistem keamanan di lingkungan satuan pendidikan. Dengan demikian, sekolah dapat terus menjadi ruang yang aman, nyaman, serta berorientasi pada tumbuh kembang dan perlindungan peserta didik.

“Justru, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, pengawasan, dan sistem keamanan di lingkungan satuan pendidikan, sehingga sekolah tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan sepenuhnya berorientasi pada tumbuh kembang serta perlindungan bagi peserta didik,” pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolri Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas di Ruang Digital
• 17 jam lalu
0
thumb
Netanyahu Tolak 15 Poin Rencana Perdamaian Gaza Usulan Board of Peace: IDF Tak Akan Mundur Sebelum Hamas Dilucuti
• 6 jam lalu
0
thumb
3 Topik Pembicaraan yang Dihindari Orang-orang Cerdas
• 21 jam lalu
0
thumb
Garuda Calling! Bintang Abroad Eropa Segera Berkumpul, Ini Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
PSM Makassar Bangun Skuad Efektif, Akademi Jadi Andalan
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.