CELEBESMEDIA.ID, Makassar — PSM Makassar menyiapkan strategi baru untuk menghadapi Super League 2026/2027. Manajemen memilih membangun skuad berdasarkan kebutuhan tim, bukan sekadar memenuhi kuota maksimal 35 pemain.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya PSM Makassar membentuk skuad yang lebih efektif sekaligus membuka peluang bagi pemain akademi untuk berkembang ke tim senior.
Dalam beberapa musim terakhir, PSM Makassar mendaftarkan 32 hingga 34 pemain. Namun, untuk musim 2026/2027, manajemen menerapkan pendekatan yang lebih terukur.
Padahal, PSM Makassar akan menghadapi dua kompetisi, yakni Super League dan League Cup.
Super League merupakan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang diikuti 18 klub dengan sistem promosi dan degradasi. Sementara itu, League Cup diikuti 18 klub Super League dan 20 klub Champions Series dengan format gugur.
Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin mengatakan, jumlah pemain yang didaftarkan akan disesuaikan dengan kebutuhan tim.
“Kuota daftar 35 pemain, yang jelas PSM Makassar tidak akan memaksimalkan 35 pemain untuk memenuhi kuotanya, tapi kebutuhan timnya,” kata Fajrin kepada CELEBESMEDIA.ID, Rabu (5/8/2026).
Menurut Fajrin, pendekatan tersebut membuat setiap pemain yang masuk skuad memiliki peran sesuai kebutuhan tim dan ruang untuk berkembang.
“Kalau kebutuhan timnya 30, toh kita main 30,” ujarnya.
PSM Makassar saat ini menjalani training camp (TC) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 26 pemain mengikuti agenda persiapan tersebut.
Jumlah itu belum termasuk gelandang Kaka Amrullah Ronaldo Messi yang masih menjalani pemulihan cedera.
Rizky Eka Pratama juga belum bergabung setelah menyelesaikan tugas negara bersama Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada ASEAN Cup 2026.
Sementara itu, gelandang asing asal Malaysia, Sergio Aguero, masih memperkuat negaranya pada semifinal ASEAN Cup sehingga belum bergabung dalam TC PSM Makassar.
PSM Makassar juga masih menunggu kedatangan tiga pemain baru. Mereka terdiri dari dua pemain lokal dan satu legiun asing yang berposisi sebagai striker.
Komposisi skuad PSM Makassar masih terbuka selama masa persiapan. Namun, setiap penambahan pemain akan dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan tim.
Manajemen tidak ingin merekrut pemain hanya untuk memenuhi kuota. Pendekatan ini memberi PSM Makassar keleluasaan menyusun komposisi terbaik berdasarkan kebutuhan pelatih dan karakter kompetisi yang akan dihadapi.
Strategi PSM Makassar tidak hanya berfokus pada pemain senior. Klub juga memperkuat jalur pengembangan pemain dari akademi menuju tim utama.
Fajrin mengatakan, perkembangan pemain akademi terus dipantau. Kesinambungan antara tim junior dan senior menjadi salah satu fokus PSM Makassar dalam membangun skuad jangka panjang.
Sebagai bagian dari proses tersebut, PSM Makassar dua kali menggelar uji coba melawan PSM U-20 di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa.
Uji coba pertama berlangsung pada 15 Juli 2026, kemudian kembali digelar pada 1 Agustus 2026.
Agenda tersebut menjadi kesempatan bagi manajemen dan tim pelatih untuk memantau kesiapan pemain muda sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan sepak bola level senior.
“Kita panggil beberapa pemain akademi bagian dari proses menyiapkan kerangka tim berkompetisi. Apalagi, PSM U-20 bisa langsung main, sistem yoyo,” terang Fajrin.
Melalui sistem tersebut, pemain akademi berpeluang naik dan turun antara tim junior dan senior sesuai kebutuhan. Pola ini memberi pemain muda kesempatan mendapatkan pengalaman kompetitif sekaligus tetap berada dalam jalur pengembangan PSM Makassar.
Fajrin belum memastikan jumlah akhir pemain yang akan didaftarkan PSM Makassar untuk Super League 2026/2027. Manajemen masih membuka berbagai kemungkinan berdasarkan perkembangan skuad selama masa persiapan.
“Apakah 30 kita senior, sisanya ada yoyo. Kita buka semua kemungkinan,” tuturnya.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa PSM Makassar tidak hanya mempersiapkan skuad untuk satu musim kompetisi. Manajemen juga membangun pola regenerasi agar kebutuhan tim senior dapat ditopang pemain dari akademi.
Rencana tersebut telah dibahas bersama pelatih kepala Darije Kalezic dalam penyusunan kerangka tim.
PSM Makassar ingin memiliki skuad yang kompetitif sekaligus membangun kesinambungan antara pemain senior dan talenta muda.
“Selain menyiapkan tim satu musim kompetisi, juga menyiapkan pondasi tim yang kuat untuk keberlanjutan PSM Makassar ke depannya,” ucap alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.
Laporan: Muahaad Akbar





Komentar (0)