Sederet Hal yang Sudah Diketahui dari Aksi Keji Saepul Pemutilasi

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Saepul terhadap pria berinisial K mengungkap sederet fakta mengejutkan. Aksi keji tersebut kini tengah didalami pihak kepolisian.

Saepul membunuh K yang dikenal melalui aplikasi komunitas penyuka sesama jenis, di kontrakannya daerah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026. Korban sempat dibiarkan sekarat sebelum akhirnya dimutilasi.

Baca juga: Saepul Pemutilasi Pria di Depok Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Jasad korban dimasukkan ke dalam karung. Karung isi mayat itu sudah teronggok di tanah kosong di Depok sejak 24 Juli 2026. Warga tak ada yang menyangka karung tersebut berisi jenazah manusia, sampai akhirnya pada Selasa, 4 Agustus warga berinisiatif membakar karung yang dikiranya berisi sampah.

Saepul dijerat dengan pasal 458 dan 459 KUHP terkait pembunuhan berencana. Atas ulah kejinya itu, Saepul terancam hukuman mati.

Bawa Kabur Barang Pelaku

Usai membunuh, Saepul membawa kabur barang-barang milik korban. Saepul lalu menjual barang korban melalui Facebook.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menjual barang milik korban melalui market place Facebook," kata Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendara saat dihubungi, Minggu (9/8/2026).

Dimitri mengatakan Saepul menjual murah barang-barang korban mulai dari sepeda motor hingga handphone (HP). Uang hasil penjualan digunakan untuk kehidupan sehari-sehari.

"Sepeda motor Honda PCX dijual seharga Rp 9,9 juta, sedangkan handphone OPPO Reno 5 dijual seharga Rp 950 ribu. Total hasil penjualan sebesar Rp 10.850.000. Berdasarkan keterangan tersangka, uang hasil penjualan tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Baca juga: Saepul Obral Barang Korban Mutilasi di FB: Motor PCX hingga HP Dijual Murah

Pernah Ikut Ajang Pencarian Bakat

Belakangan diketahui, Saepul ternyata pedagang pisang cokelat (piscok) di Stasiun Pondok Cina. Dia juga pernah mengikuti ajang pencarian bakat di salah satu stasiun TV.

Rekaman video lama memperlihatkan sosok Saepul masuk layar kaca ketika ikut sebuah program televisi dalam ajang pencarian bakat. Dalam rekaman video viral itu, Saepul mengaku ikut ajang pencarian bakat itu untuk membantu meringankan ibunya yang berjualan sayuran di pasar. Pernyataan Saepul saat itu membuat penonton terharu.

detikcom mengonfirmasi terkait video tersebut ke Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendara. Dimitri membenarkan bahwa Saepul pernah mengikuti sebuah ajang pencarian bakat.

"Betul, itu dia. Ada di akun TikTok dia juga," kata Dimitri, Jumat (7/8).




(dek/dek)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kembangkan Industri Gim Nasional, Kemenekraf Akan Libatkan Pemda
• 21 jam lalu
0
thumb
5 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Bisa Membuat Pagi Lebih Menyenangkan
• 16 jam lalu
0
thumb
BMHS Perkuat Peran Keluarga Dukung Tumbuh Kembang Anak di Era Modern
• 19 jam lalu
0
thumb
Tapir Mesuji dan Ujian Peradaban
• 5 jam lalu
0
thumb
Komisi X DPR Desak Transparansi Pengusutan Kasus Senjata di Sekolah
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.