Houthi Lancarkan Serangan Besar-Besaran ke Saudi

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Angkatan Bersenjata Yaman, yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah kelompok Houthi, menargetkan Al-Mukha dan Marib, serta menimbulkan kerugian besar bagi para perwira dan konsentrasi militer Saudi. Serangan ini bakal meningkatkan eskalasi konflik kelompok itu dengan Saudi.

Demikian disampaikan oleh seorang sumber senior Yaman kepada koresponden Al Mayadeen di Sanaa pada Ahad. Menurut sumber tersebut, operasi itu menyasar gudang senjata berat dan menengah serta sebuah fasilitas penyimpanan rahasia. 

Sumber itu menyatakan bahwa pasukan Yaman terus melakukan "pengawasan yang presisi dan berkelanjutan" terhadap pergerakan dan pengerahan kekuatan militer Saudi, seraya memperingatkan bahwa para perwira dan pasukan Saudi akan tetap rentan terhadap serangan rudal dan pesawat nirawak (drone). 

Sumber tersebut menggambarkan serangan Ahad itu sebagai pesan bagi Riyadh bahwa pertemuan para perwira Saudi yang terlibat dalam operasi militer melawan Yaman akan dianggap sebagai target. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi gudang senjata dan lokasi berkumpulnya pasukan yang berafiliasi dengan Saudi seiring dengan meningkatnya eskalasi konflik.

Kelompok Houthi secara terpisah mengumumkan operasi berskala besar terhadap pasukan yang didukung Arab Saudi di Al-Mukha, di pesisir barat Yaman. Juru bicara militer Ansarallah, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan bahwa operasi tersebut melibatkan "sejumlah besar rudal balistik dan pesawat nirawak (drone)" serta menyasar konsentrasi pasukan, peralatan militer, dan gudang senjata.

Citra satelit menunjukkan asap membubung dari fasilitas pengolahan minyak Saudi di Kilang Jazan. - (Public Domains)

"Serangan-serangan tersebut berlangsung presisi dan menyebabkan kerusakan parah pada peralatan serta persenjataan, menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk warga negara Arab Saudi," ujar Saree. 

Menurut Ansarallah, operasi ini dilakukan sebagai tanggapan atas langkah Arab Saudi yang terus memobilisasi dan mempersenjatai pasukan sekutu, serta aktivitas militer di sepanjang pesisir barat Yaman dan di kegubernuran Taiz. Saree menyatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut bertujuan untuk menghalangi Yaman dalam menghadapi blokade dan agresi yang diberlakukan terhadap negara itu. 

Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan kembali prinsip "blokade dibalas blokade dan eskalasi dibalas eskalasi", seraya memperingatkan bahwa penumpukan kekuatan militer yang ditujukan ke wilayah-wilayah di bawah kendali Sanaa akan terus menjadi sasaran serangan. 

"Angkatan Bersenjata, dengan pertolongan Allah Yang Mahakuasa dan dengan bersandar kepada-Nya, akan terus memantau serta melacak segala pergerakan dan mobilisasi pasukan Saudi, lalu menargetkannya secara presisi dan langsung," kata Saree.

Operasi Al-Mukha ini menyusul serangan Yaman lainnya yang terjadi sebelumnya pada hari Minggu, yang menargetkan infrastruktur energi Arab Saudi. Ansarallah menyatakan bahwa sebuah pesawat nirawak (drone) telah menargetkan kilang Saudi Aramco di Jizan, dan berhasil melakukan apa yang digambarkan oleh Saree sebagai "serangan yang tepat sasaran." 

Saree mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas masuknya drone pengintai milik Saudi ke wilayah udara Yaman di atas provinsi Saada dan Hajjah. Secara terpisah, Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan terjadinya kebakaran di fasilitas kilang Aramco di Jizan. Menurut kementerian tersebut, tim keamanan industri berhasil memadamkan api dan tidak ada laporan mengenai korban luka.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Ungkap Keterlibatan IWD di Yayasan Sekolah yang Ditemukan Senjata
• 21 jam lalu
0
thumb
Pemprov DKI Luncurkan Call Center Transportasi, Pramono Sorot Kendala Pengantaran Jenazah di Jakarta
• 8 jam lalu
0
thumb
Naik Banyak hingga 0,46%, Rupiah Senin Pagi Ini Nyaris Sentuh Level Rp17.700-an
• 4 jam lalu
0
thumb
Foto: Melihat Karya Seni Mahasiswa Yogyakarta di Taman Ismail Marzuki
• 22 jam lalu
0
thumb
Harga Batu Bara Turun ke USD 127.85 per Ton, Nikel Melesat 1,44 Persen
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.