PSI: Jokowi Punya Satu Mantra, Sudah Menempel di Banyak Kepala Warga Indonesia

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengungkapkan kuatnya modal politik yang dimiliki oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menyebut mantan presiden itu memiliki “mantra” yang sudah melekat dalam benak banyak masyarakat dari Indonesia.

Jokowi mengatakan memiliki satu prinsip yang dianggap begitu melekat di ingatan masyarakat. Mantra yang dimaksud mereka adalah kalimat sederhana yang selama ini identik dengan gaya kerja Jokowi, yakni “kerja, kerja, kerja.”

Baca Juga: Wajibkan Rumah Sakit Layani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Begal

“Pak Jokowi punya satu mantra yang juga menempel di kepala banyak orang: kerja, kerja, kerja!” tulis akun resmi PSI, dikutip Senin (10/8/2026).

PSI menggambarkan prinsip tersebut bukan sekadar rangkaian kata atau slogan politik. Partai berlambang gajah itu menilai kalimat tersebut mencerminkan karakter politikus itu ketika menjalankan tugas di pemerintahan dan berada di panggung politik.

Jokowi menurut partai tersebut bukan tipe pemimpin yang mengandalkan banyak pernyataan. Sebaliknya, ia disebut lebih mengutamakan tindakan nyata ketika menghadapi persoalan.

“Gak banyak bicara, tapi langsung gas, turun tangan, dan bikin sesuatu jadi nyata,” imbuh PSI.

Jokowi memang selama perjalanan karier politiknya dikenal dengan gaya komunikasi yang relatif sederhana. Frasa “kerja, kerja, kerja” kemudian berkembang menjadi salah satu ungkapan yang kerap diasosiasikan dengan pendekatan pemerintahannya ketika menjabat sebagai presiden selama dua periode.

PSI kini memberikan sinyal bahwa hal tersebut akan menjadi motor penggeraknya untuk menghadapi pemilu di masa depan bersama dengan Jokowi.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin percaya diri menghadapi kontestasi Pemilu 2029. Setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) resmi bergabung dengan partai tersebut, target besar mulai dipasang, yakni menembus empat besar perolehan suara nasional.

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia, Dian Sandi Utama mengatakan target yang belakangan ramai diperbincangkan bukan sekadar slogan politik, melainkan telah menjadi pembahasan serius di internal partai.

Ia menjelaskan, keyakinan tersebut lahir dari proses konsolidasi organisasi yang terus dilakukan secara berjenjang, mulai dari pengurus pusat hingga struktur paling bawah di Dewan Pimpinan Ranting (DPRt).

Menurut Dian, penguatan struktur organisasi menjadi fondasi utama bagi partainya untuk meningkatkan daya saing menghadapi Pemilu 2029. Semakin lengkap jaringan kepengurusan di daerah, semakin besar pula peluang partai memperluas basis dukungan masyarakat.

Bergabungnya Jokowi juga menjadi salah satu momentum penting yang memperkuat optimisme partai. Dalam pandangannya, kehadiran mantan presiden dua periode itu memberikan energi baru sekaligus meningkatkan kepercayaan kader untuk mengejar target yang lebih tinggi dibanding pemilu sebelumnya.

Baca Juga: Denny Indrayana: Sayembara Temukan Ijazah Gibran Tadinya Akan Berhadiah Rp1 Miliar, Bukan Rp100 Juta

"Bahwa melihat kerja keras pengurus pusat sampai daerah untuk merampungkan struktur sampai tingkat ranting ditambah kehadiran Pak Jokowi di PSI. Tidak mengada-ada jika target 2029; PSI masuk 4 besar," terangnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mulai Pekan Depan, BGN Wajibkan Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi
• 12 jam lalu
0
thumb
Persija Siapkan Dua hingga Tiga Pemain Baru untuk Tambah Daya Gedor di Super League 2026/2027
• 22 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Tetapkan Tersangka Jual-Angkut Tambang Ilegal
• 11 jam lalu
0
thumb
Meski Up dan Down, Pasar Modal RI Sukses Serok Dana Rp 125 T hingga Juni
• 43 menit lalu
0
thumb
Kerugian Negara Kasus PT Timah Dikoreksi MA
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.