Yayasan Sekolah di Jaksel Ungkap Eks Pemilik Utang ke Bank Buat Lapangan Padel

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ratusan senjata ditemukan dari ruangan IWD yang merupakan mantan pemilik yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan. Pihak yayasan sekolah tersebut juga mengungkap IWD menggunakan yayasan untuk kepentingan pribadi.

Salah satu pengacara yayasan sekolah tersebut, Hermawanto, mengatakan IWD menggunakan yayasan sebagai jaminan meminjam bank. Uang tersebut digunakan untuk membangun lapangan padel.

"Termasuk juga peminjaman kredit Bank atas nama yayasan namun uangnya digunakan untuk membangun lapangan padel, yang dikelola keluarga IWD," kata Hermawanto dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Baca juga: Komnas Anak soal Temuan Senjata di Sekolah Jaksel: Harusnya Jadi Tempat Aman

Selain itu, IWD juga menggunakan area sekolah untuk menyimpan senjata tersebut. Hal-hal tersebutlah yang jadi alasan pihak yayasan melapor ke polisi.

"Serangkaian perbuatan-perbuatan yang kemudian menjadi dasar pelaporan kepada kepolisian," tuturnya.

Tanggapan Pihak Eks Ketua Yayasan

Sebelumnya, Alhadid Endar Putra selaku kuasa IWD sekaligus Dirut PT Lokta Karya Perbakin menyampaikan bahwa 995 pucuk senjata airsoft gun itu adalah milik perusahaan tersebut. Senjata itu disimpan di gudang sekolah berkaitan dengan rencana kerja sama ekstrakurikuler (ekskul) menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah sebelumnya pada 2020.

Ia mengklaim senjata itu resmi dan berizin. Alhadid juga mengaku telah memperlihatkan surat izin tersebut ke pihak kepolisian.

"Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut," kata Alhadid.

Menurut Alhadid, pihak yayasan yang saat ini sudah tahu soal adanya senjata yang disimpan di gudang itu. Ia merasa heran pihak yayasan sekolah seakan-akan tidak mengetahui asal-usul senjata tersebut.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya," ungkapnya.

Baca juga: Yayasan Ungkap Awal Mula Ditemukan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel

Alhadid menduga persoalan ini mencuat karena ada konflik di internal kepengurusan yayasan sekolah. Konflik itu terjadi sejak pembina yayasan yang sebelumnya diberhentikan secara sepihak.

"Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain," jelasnya.
Repl




(ial/dek)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebiasaan Pagi Orang yang Benar-benar Bahagia Menurut Ahli
• 8 jam lalu
0
thumb
PBVSI Raih Penghargaan FIVB World Event 2025, Berkat Sukses Gelar Kejuaraan Dunia Voli U-21
• 15 jam lalu
0
thumb
Turki Harap Mesir Gabung ke Pakta Pertahanan Bareng Saudi-Pakistan
• 11 jam lalu
0
thumb
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Kota Kembali Normal
• 7 jam lalu
0
thumb
Karhutla Kalimantan Barat Meluas, Kebakaran Gambut Picu Asap dan Ancam Warga
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.