Hujan Deras Melanda Shangluo, Shaanxi, Tiongkok  Menyebabkan Bencana; Sejumlah Waduk Melepaskan Air dan Memperparah Situasi

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Hujan deras yang mengguyur berbagai wilayah di Provinsi Shaanxi, Tiongkok, selama beberapa hari berturut-turut memicu banjir bandang, longsor, dan aliran material longsor. Sejumlah waduk melepaskan air, yang memperparah situasi bencana. Banyak rumah, tanggul sungai, dan jalan tersapu serta hancur. Di sejumlah desa dan kota di Shangluo, situasinya sangat parah. Kabar mengenai korban jiwa dan luka beredar, tetapi bantuan tak kunjung tiba.

EtIndonesia.com Sejak 30 Juli, Kota Shangluo, Provinsi Shaanxi, Tiongkok terus dilanda hujan deras yang memicu banjir bandang, aliran material longsor, dan berbagai bencana lainnya. Menurut informasi resmi, hingga sekitar pukul 17.00 pada 5 Agustus, bencana telah berdampak pada enam kabupaten dan distrik, yaitu Zhen’an, Shanyang, Zhashui, Luonan, Danfeng, dan Shangzhou, serta 74 kecamatan dan 495 desa.

Video yang beredar di internet menunjukkan kondisi Jalan Yanwu di Kabupaten Zhen’an yang porak-poranda setelah bencana, dengan sampah berserakan di sepanjang jalan. 

Warga setempat mengungkapkan bahwa informasi mengenai korban jiwa dan luka tidak diperbolehkan untuk disampaikan kepada publik. Mereka membersihkan sendiri selama sehari semalam tanpa mendapatkan bantuan.

“Pada dasarnya semuanya hancur. Kerugian yang dialami warga sangat parah. Semua barang tersapu, kerugiannya besar, tiang listrik roboh ke sana kemari. Korban jiwa dan luka sangat banyak, tetapi kami tidak boleh membicarakannya. Di dalam rumah sangat bau, semua orang sedang membersihkan. Di rumah kami tidak ada makanan, tidak ada bantuan. Mungkin mereka masih mengadakan rapat di kantor dan belum menghasilkan rencana,” ujar  wang, seorang warga Jalan Yanwu, Kota Daping, Kabupaten Zhen’an, Shangluo, yang menggunakan nama samaran. 

Menurut laporan media resmi, sungai-sungai di wilayah Kabupaten Zhashui mengalami lima kali gelombang banjir, yang berdampak pada 3.718 rumah tangga atau 9.901 orang. Sebanyak 345 rumah roboh atau rusak. Di Kota Xingping, terdapat 38 titik tanggul sungai dengan total panjang 16,2 kilometer yang rusak, sementara 44 hektare lahan pertanian terdampak. Satu orang meninggal dunia dan dua orang masih hilang.

“Hujan turun sangat deras. Banjir bandang terjadi di banyak tempat, dan air sungai di hulu naik dengan cepat. Airnya sangat deras. Begitu hujan turun, batu-batu berjatuhan dari gunung. Jalan-jalan di mana-mana ditutup dan tidak boleh dilalui. Banyak kota di Zhashui kehilangan kontak. Sepeda motor, kulkas, mesin cuci, dan semua perabotan di rumah tersapu banjir,” kata Zhou, seorang warga Shizhen, Kabupaten Zhashui, Kota Shangluo.

Data publik menunjukkan bahwa Kota Shangluo memiliki 52 waduk. Sejumlah waduk yang diketahui melepaskan air antara lain Erlongshan, Nanqin, dan Zhangping di Shangnan. Hal tersebut menyebabkan permukaan air di sejumlah sungai, termasuk Sungai Danjiang dan Sungai Nanqin, meningkat tajam. Banyak desa dan kota di sepanjang sungai terdampak parah. Sejumlah rumah, tanggul sungai, dan jalan tersapu dan hancur, sementara banyak orang terjebak di tengah perjalanan.

Luo, seorang warga Kecamatan Xijing, Distrik Shangzhou, Kota Shangluo, mengatakan: “Banjir menyapu semuanya hingga berantakan. Pohon-pohon sudah tumbang. Lahan pertanian sekarang berubah menjadi lautan air, dan tanaman hampir semuanya hancur. Semuanya tertutup lumpur. Banyak bagian jalan di sini sudah longsor, bahkan permukaan jalan terputus. Sebuah mobil kebetulan sedang melintas di sini ketika jalan ambruk ke dalam, dan air masih terus mengalir. Sekolah juga terendam banjir, bahkan meja dan kursi kelas tersapu keluar.”

Zhang, seorang warga Kecamatan Yangyuhe, Distrik Shangzhou, Kota Shangluo, mengatakan: “Tanggul Sungai Nanqin terus runtuh dan amblas. Jalannya sudah ambruk dan ditutup, tidak boleh dilewati, jadi tidak bisa pulang. Yang terseret banjir ada ayam, bebek, jagung, kayu, dan berbagai barang lainnya.”

Laporan wawancara oleh reporter NTD Television Xiong Bin dan Chen Jianming.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bicara Program ASRI, Menhut Ungkit Perintah Presiden Prabowo soal Bibit Unggul
• 3 jam lalu
0
thumb
Saat Ribuan Pesilat Unjuk Jurus di CFD Bundaran HI, Bawa Semangat Lestarikan Budaya
• 14 jam lalu
0
thumb
5 Pintu Masuk Wisata Bromo Ditutup Imbas Kebakaran Hebat, Ini Cara Refund Tiketnya
• 20 jam lalu
0
thumb
Sebuah Memo Ungkap Pentagon Desak Industri Genjot Produksi Senjata Akibat Stok Menipis
• 16 jam lalu
0
thumb
Pertunjukan Tari Topeng "Gesah Mak Kinang" digelar di Bandung
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.