Sebuah Memo Ungkap Pentagon Desak Industri Genjot Produksi Senjata Akibat Stok Menipis

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Departemen Perang Amerika Serikat (Pentagon) mendesak perusahaan pertahanan untuk menggenjot produksi dan pengiriman senjata mengingat semakin menipisnya cadangan persenjataan akibat perang dengan Iran. Menurut laporan The Washington Post, Sabtu (8/8/2026), desakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg melalui sebuah memo kepada petinggi industri pertahanan pada Rabu (5/8/2026).

Dalam pesannya, Feinberg memberi waktu selama 21 hari kepada para pemimpin industri menyusun rencana untuk "mendorong pengiriman yang lebih cepat dan agresif dan/atau meningkatkan produksi untuk kapabilitas kritis".

Baca Juga
  • Perampingan BUMN Transportasi Didorong demi Tingkatkan Layanan Publik
  • Elon Musk Akan Bangun ‘Raksasa’ Chip AI di Texas, Gedungnya Jadi yang Terbesar Dunia
  • Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

"Siklus pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun tak dapat diterima," kata Feinberg.

"Kita harus mengakselerasi rencana produksi kita secara penuh dan memperluas kapasitas produksi sekarang," tambahnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Instruksi tersebut disampaikan di tengah upaya Pentagon mengisi kembali cadangan persenjataan, termasuk sistem rudal pencegat Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Adapun lembaga wadah pemikir AS Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menyebut cadangan global sistem rudal Patriot merosot dari 2.200 unit sebelum perang menjadi hanya 827, dengan cadangan sistem THAAD bernasib sama dari 452 menjadi hanya 278.

Pentagon juga berupaya mendorong kesepakatan kerangka kerja dengan kontraktor pertahanan dan firma teknologi besar untuk meningkatkan produksi. Namun, kesepakatan tersebut tidak mengikat dan bergantung pada pendanaan yang disetujui Kongres AS.

"Hampir tidak ada yang dikontrak, dan inilah masalahnya," kata Tom Karako, direktur Proyek Pertahanan Rudal di CSIS.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Andolu
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gagal Nyalip, Pemotor di Klapanunggal Bogor Tewas Usai Terlindas Truk
• 21 jam lalu
0
thumb
Korban Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta Masih Dirawat di RS karena Sesak Napas
• 22 jam lalu
0
thumb
5 Berita Terpopuler: Pusat Mengucurkan Dana, Pemda Sudah Terima Surat Resmi, Tingkat Kesejahteraan PPPK Malah Turun
• 7 jam lalu
0
thumb
16 Tahun Dampak Tumpahan Minyak Montara Masih Terasa, Purbaya Janji Kawal Ganti Rugi dan Pemulihan Lingkungan
• 18 jam lalu
0
thumb
[FULL] Berapi-api! Pidato Dedi Mulyadi Soroti Begal-Tramadol: Perang Melawan Kejahatan
• 53 menit lalu
0
Berhasil disimpan.