JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia Prita Romadoni menyatakan pihaknya mendapati sejumlah kejanggalan seputar kematian Sutrimo, mantan pegawai di rumah eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.
Prita Romadoni telah melaporkan kasus kematian Sutrimo ke Bareskrim Polri. Pada saat bersamaan, keluarga juga melaporkan kematian korban ke Polresta Banyumas.
Prita mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Sutrimo tiba-tiba diminta berangkat ke Jakarta sebelum meninggal. Sutrimo diketahui sempat pulang ke Banyumas sekitar satu pekan sebelum ditemukan meninggal di klinik kosong pada 23 Juli 2026.
Baca Juga: Disinggung soal Ekshumasi, Ini Kata Pihak Keluarga Sutrimo
"Informasi yang kami dapatkan, yang bersangkutan disuruh tiba-tiba berangkat lagi ke Jakarta. Sampai di Jakarta itu ada beberapa yang menjadi temuan kami yang sangat janggal," kata Pitra Romadoni daam program "Kompas Petang" KompasTV, Minggu (9/8/2026).
"Yaitu berupa formulir kronologis yang ditandatangani atas nama Febrio Adiono. Temuan kami di situ, di situ dituliskan tanggal 23 bulan 7 2014, seharusnya 2026. Di sini dibuat yang bersangkutan menerangkan jam 3.20 Pak Trimo ini sedang tidur, berarti kan yang bersangkutan tahu betul jam berapa tidurnya."
Febrio Adiono diketahui tercatat sebagai penanggung jawab saat jenazah Sutrimo dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Belakangan, Kejagung mengonfirmasi bahwa Febrio Adiono merupakan pegawai Korps Adhyaksa dan bahkan pernah menjadi salah satu staf Febrie Adriansyah.
Pitra menambahkan, polisi perlu segera melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo untuk mengembangakn penyelidikan. Terlebih lagi, Pitra menyebut keluarga Sutrimo hingga kini belum menerima barang pribadi korban, terutama ponsel.
"Sedikit atau banyak, yang bersangkutan pasti tahu siapa yang ketemu dengan FA, jam berapa ketemunya, apa yang didengar dalam pembicaraan," kata Pitra Romadoni.
Baca Juga: Pihak Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- sutrimo
- kasus kematian sutrimo
- febrio adiono
- kejanggalan kematian sutrimo
- febrie adriansyah
- pitra romadoni






Komentar (0)