BGN Minta Guru Ikut Cicipi dan Awasi Makanan MBG di Sekolah

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) kini meminta keterlibatan peran aktif guru dan tenaga kependidikan dalam memastikan keamanan serta edukasi gizi bagi siswa.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan guru dapat berperan dalam mengedukasi siswa mengenai pola makan sehat. Selain itu, guru juga diharapkan ikut memastikan makanan yang diterima peserta didik berada dalam kondisi aman.

"Tujuannya tadi disampaikan oleh Pak Menteri (Dikdasmen) adalah untuk supaya sebagai ajang edukasi, menjadi tempat untuk mengedukasi siswa tadi. Selain itu juga di situ bapak, ibu guru sebagai perannya kami mohon sebagai organoleptik yang terakhir," kata Sudaryono dalam rapat koordinasi tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Sabtu (8/8/2026).

Sudaryono menjelaskan, pemeriksaan makanan MBG sebenarnya telah dilakukan melalui sejumlah tahapan sebelum sampai ke siswa. Di tingkat sekolah, BGN menempatkan dua petugas penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang berasal dari tenaga kependidikan, seperti tenaga administrasi atau tata usaha.

PIC tersebut bertugas menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan melakukan pemeriksaan organoleptik sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat kondisi makanan, mencium aroma, hingga mencicipinya.

"Namun di situ, tetap PIC juga melakukan satu mekanisme organoleptik, yaitu dibuka, diambil sampelnya, dibuka, kemudian dibau, dicium, dirasa, dilihat. Manakala tidak memenuhi standar, maka tidak harus atau wajib hukumnya tidak diberikan kepada siswa," ujarnya.

Baca Juga: BGN Siapkan CCTV Terintegrasi untuk Pantau Semua Dapur MBG dari Kantor Pusat

Menurut Sudaryono, mekanisme tersebut menjadi lapisan pemeriksaan terakhir untuk memastikan makanan yang diterima siswa layak dan aman dikonsumsi.

Selain pemeriksaan oleh PIC, ia mendorong guru ikut mengonsumsi makanan MBG bersama siswa. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat fungsi program sebagai sarana edukasi dan pembentukan karakter di lingkungan sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pelaksanaan MBG di sekolah merupakan bagian dari kebijakan penguatan pendidikan karakter.

Menurut Mu'ti, guru dan tenaga kependidikan memiliki posisi penting untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan dengan baik. Namun, keterlibatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menambah beban kerja guru.

"MBG yang diselenggarakan di sekolah tidaklah dimaksudkan untuk membebani dan menambah tugas bapak, ibu guru sekalian," kata Mu'ti.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cristiano Ronaldo Dihujat, Nama Lionel Messi Ikut Terseret
• 5 jam lalu
0
thumb
Pulihkan Arus Kas Pos Indonesia, Danantara Percepat Audit dan Tata Kelola Finansial
• 20 jam lalu
0
thumb
Terungkap! 7 Fakta Terbaru Kasus Mutilasi Depok: Motif Motor Honda PCX, Kenalan di Aplikasi hingga Pelaku Kabur ke Pandeglang
• 7 jam lalu
0
thumb
Puluhan Tahun Kualitas Hidup Warga Jabar Tak Masuk Sepuluh Besar, Dedi Mulyadi: Kita Perlu Waktu
• 5 menit lalu
0
thumb
Keluarga Siap Ikuti Proses Ekshumasi Ungkap Misteri Kematian Sutrimo
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.