Tembus Lereng Curam Bromo, Menhut Optimalkan 3 Helikopter Water Bombing Gempur Api

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, MALANG - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan operasi helikopter water bombing (pengebom air) terus dioptimalkan demi memadamkan kebakaran hutan di lereng curam Gunung Bromo yang mustahil ditembus oleh tim darat.

"Ada tiga helikopter yang sudah beroperasi dari dua hari lalu, mohon doanya supaya cuaca tetap baik sehingga api bisa dipadamkan, terutama di lereng yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat," kata Menhut Raja Juli di Gunung Bromo, Minggu.

BACA JUGA: Kepung 64 Hektare Karhutla Pelalawan, Manggala Agni Rengat Bangun Belasan Embung Darurat

Ia menyebut, per hari ini pelaksanaan water bombing ditargetkan mampu berlangsung 30 kali dan kini sudah mencapai 17 kali pelaksanaan.

Meski demikian, lanjutnya kelancaran pemadaman dari jalur udara bergantung pada kondisi cuaca, khusus faktor hembusan angin yang mampu menghadirkan kendala pada proses penanganan kebakaran.

BACA JUGA: Ini Penyebab Kebakaran di Gunung Bromo Makin Meluas

Oleh karena itu, dia meminta seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa agar upaya pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo mampu berjalan maksimal.

"Mohon doa supaya cuaca tetap baik sehingga bisa genap 30 kali dan titik api bisa dipadamkan," ujarnya.

BACA JUGA: 60 Hektare Kawasan Gunung Bromo Dilanda Karhutla, Begini Kondisinya

Raja Juli menambahkan, upaya pemadaman kobaran juga tetap dilakukan oleh tim gabungan dari jalur darat.

Tak hanya itu, petugas di lapangan juga membuat sekat bakar sepanjang enam kilometer guna mengantisipasi meluasnya titik api.

"Kejadian kemarin (meluasnya kebakaran di Bromo) karena faktor kelerengan dan hembusan angin yang sangat tinggi akhirnya membuat api loncat," tutur dia.

Ia menambahkan, percepatan pemadaman api pun telah ditindaklanjuti dengan membuat incident commander. Melalui langkah itu, penanganan di lokasi kebakaran akan berjalan lebih terstruktur sehingga mempengaruhi langkah di lapangan.

"Tadi kami sudah rapat membuat incident commanders, semua kebutuhan dan tantangan bisa dikoordinasikan sehingga pemadaman ini akan lebih baik," tuturnya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Norman Joesoef Diisukan Jadi Calon Wamenhan, Dave Laksono Respons Begini soal Mencuatnya Nama CEO Republikorp
• 10 jam lalu
0
thumb
Usai Temuan 995 Senjata, Yayasan Sekolah Harapan Ibu Minta Perlindungan KPAI hingga Kemendikdasmen
• 12 jam lalu
0
thumb
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air
• 2 jam lalu
0
thumb
Sebuah Memo Ungkap Pentagon Desak Industri Genjot Produksi Senjata Akibat Stok Menipis
• 17 jam lalu
0
thumb
AS-Iran di Ambang Kesepakatan! Blokade Bisa Dicabut, Tapi Pentagon Justru Percepat Persiapan Militer
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.