JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan akses terhadap ruangan dan dokumen sekolah menjadi salah satu hal yang disoroti Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu Pondok Pinang setelah temuan 995 senjata di lingkungan sekolah.
Kuasa hukum Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Hermawanto, menyebut sejumlah kunci ruangan dan dokumen sekolah masih berada di tangan IWD, eks Ketua Pengurus Yayasan yang disebut telah berada di yayasan sejak 2008.
Menurut Hermawanto, kondisi tersebut membuat pengurus yayasan yang kini mengelola sekolah tidak dapat mengakses seluruh ruangan secara langsung.
Baca juga: 995 Senjata Ditemukan di Sekolah, Komnas Anak Akan Datangi Sekolah Harapan Ibu
"Yang benar adalah ruangan-ruangan itu kuncinya dipegang oleh Pak IWD dan kawan-kawan, termasuk ruangan yang kemarin ditemukan senjata pada tanggal 5 bulan Agustus," kata Hermawanto saat ditemui seusai konferensi pers di Savannah Cafe & Resto, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).
Ia mengatakan, pihak yayasan saat ini memang telah mengelola kegiatan sekolah. Namun, akses terhadap sejumlah ruangan masih terbatas karena kuncinya tidak berada di tangan mereka.
"Jadi sampai hari ini kami memang mengelola sekolah, tapi masih ada beberapa ruangan yang kami tidak bisa membuka karena kunci itu dipegang sama Pak IWD dan kawan-kawan," ujar dia.
Dokumen Sekolah Masih di Tangan IWDHermawanto mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki yayasan, IWD mulai menjadi bagian dari Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang pada 2008. Pihak yayasan menegaskan IWD bukan pendiri yayasan.
Menurut Hermawanto, pihaknya masih menelusuri lebih jauh bagaimana IWD kemudian memiliki posisi dan pengaruh dalam pengelolaan yayasan.
Sebab, selama sekitar 15 tahun berada di lingkungan yayasan, IWD disebut memiliki akses terhadap sejumlah dokumen dan ruangan.
"Data-data itu sedang kami teliti lebih detail karena kami harus jujur juga menyatakan hampir semua data dipegang sama dia," kata Hermawanto.
Ia menyebut pihak yayasan telah meminta dokumen-dokumen tersebut dikembalikan secara resmi.
Baca juga: Komnas PA Soroti Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel: Harusnya Jadi Tempat Aman Anak
Namun, menurut dia, dokumen yang diminta belum seluruhnya diserahkan kepada pihak yayasan.
"Dokumen-dokumen sekolah juga masih berada di tangan dia. Kami sudah meminta secara resmi untuk diserahkan kepada sekolah, itu pun dia sampai sekarang belum menyerahkannya," ujar dia.
Hermawanto mengatakan pihak yayasan masih melakukan penelaahan terhadap dokumen yang berada di tangan IWD.
Ia belum merinci jenis dokumen yang dimaksud karena jumlahnya disebut cukup banyak dan masih dalam proses pemeriksaan.






Komentar (0)