Sanaa: Kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke kawasan sekitar Pelabuhan Mokha di Yaman barat pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Pemerintah Yaman menyatakan serangan tersebut menghantam kawasan permukiman, sementara Houthi mengklaim menyasar fasilitas militer.
Kantor berita Saba melaporkan beberapa rudal menghantam lingkungan permukiman di kota pelabuhan Mokha, Provinsi Taiz, tanpa merinci jumlah korban jiwa maupun luka.
Wakil Menteri Penerangan Yaman Fayyad Alnoman mengatakan sistem pertahanan udara pemerintah sempat mencegat proyektil yang melintas di atas kota tersebut.
Menurut Alnoman, serangan menyebabkan kerusakan besar pada bangunan, dermaga pelabuhan, barang-barang komersial, serta persediaan bahan pangan.
Di sisi lain, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya melancarkan "operasi militer besar dan berkualitas tinggi" yang menargetkan konsentrasi pasukan serta gudang senjata Saudi di kawasan Mokha.
Ia menyebut operasi tersebut melibatkan rudal balistik dan drone, serta mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah peralatan militer dan persenjataan serta menewaskan dan melukai puluhan orang.
Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Pelabuhan Mokha merupakan salah satu pelabuhan utama Yaman yang berada di dekat Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Pelabuhan itu saat ini berada di bawah kendali pasukan pemerintah Yaman.
Pertempuran di berbagai front Yaman kembali meningkat sejak bulan lalu, menewaskan dan melukai puluhan orang di kedua belah pihak.
Meski demikian, intensitas konflik sempat menurun sejak gencatan senjata pada April 2022 setelah hampir 12 tahun perang antara pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran.
Baca juga: Houthi Klaim Serang Kilang Minyak Aramco di Jizan Arab Saudi dengan Drone





Komentar (0)