Anggota DPR dorong Kota Magelang jadi contoh toleransi beragama

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Magelang (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo menilai Kota Magelang memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam menjaga toleransi beragama di Indonesia.

"Saya kira Kota Magelang ini merupakan etalase keberagaman, etalase seluruh umat beragama," katanya di Magelang, Jawa Tengah, Minggu.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah menjadi salah satu narasumber Diskusi Publik Lintas Iman di Kota Magelang yang diselenggarakan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kota Magelang.

Ia menjelaskan keberagaman yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Magelang modal penting untuk membangun kerukunan antar-umat beragama.

Menurut dia, setiap agama memiliki keyakinan dan umat masing-masing. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan dan bekerja bersama demi kepentingan masyarakat luas.

"Kita jadikan Kota Magelang sebagai kota yang menjadi contoh baik bagi toleransi dan keberagaman. Masing-masing agama memiliki keyakinan, masing-masing agama memiliki umatnya, tetapi dalam persaudaraan kita sama. Kita satu dan bergotong royong untuk masyarakat secara lebih luas," katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, ketenteraman, serta menciptakan ruang yang nyaman bagi setiap umat dalam menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing.

Baca juga: SETARA Institute rilis Indeks Kota Toleran 2025, Salatiga tertinggi

Seorang pembicara lainnya yang juga salah satu putri Presiden RI (1999-2001) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Allisa Qatrunnada Munawaroh Wahid (Allisa Wahid) menilai Kota Magelang sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang memiliki keberagaman kuat.

"Kota Magelang ini memang terkenal dengan keberagaman dari dulu dan keberagamannya juga sangat kuat. Sekolah-sekolah berbasis agama juga banyak di Kota Magelang," katanya.

Menurut dia, keberagaman tersebut perlu terus dirawat melalui dialog dan interaksi antar-kelompok agama.

Ia menilai kegiatan lintas agama seperti yang digelar di Kota Magelang menjadi salah satu upaya penting menjaga kerukunan.

"Kota Magelang sebagai wilayah yang mengedepankan toleransi itu penting sekali dirawat, dan dialog pada hari ini merupakan upaya untuk merawat hal tersebut," katanya.

Ia menyebut adanya harapan agar pengalaman Kota Magelang dalam menjaga kerukunan menjadi model bagi daerah lain, bahkan bagi Indonesia secara lebih luas.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan kegiatan diselenggarakan FMKI setempat tersebut menunjukkan semangat kebersamaan karena menghadirkan berbagai unsur lintas agama.

"Ini kegiatan yang positif. Kegiatan yang diselenggarakan oleh FMKI, tetapi yang diundang lintas agama, semua agama datang dan menandatangani Deklarasi Magelang," katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga toleransi dan harmonisasi antar-umat beragama agar tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Marilah bareng-bareng kita jaga toleransi ini, harmonisasi ini betul-betul diwujudkan secara nyata di Kota Magelang," katanya.

Menurut dia, berbagai indikator toleransi di Kota Magelang menunjukkan perkembangan yang positif.

Kebersamaan antar-masyarakat, ujar dia, harus terus diperkuat agar semangat toleransi dapat terus dirasakan secara nyata.



Baca juga: Pram: Kelenteng Tian Fu bisa jadi destinasi wisata religi dan budaya

Baca juga: Kemenag jadikan Maluku percontohan toleransi antarumat beragama


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Geledah 3 Lokasi Usut Suap Proyek di Bengkulu
• 15 jam lalu
0
thumb
Gus Kikin paparkan pentingnya Al Qanun Asasi sebagai ruh NU
• 16 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Bakal Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban Begal
• 6 jam lalu
0
thumb
Tabrakan kereta di Kroasia, 19 orang terluka
• 16 jam lalu
0
thumb
Kebiasaan Pagi Orang yang Benar-benar Bahagia Menurut Ahli
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.