Gus Kikin paparkan pentingnya Al Qanun Asasi sebagai ruh NU

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz menegaskan pentingnya Al-Qanun Al-Asasi sebagai dokumen penting, sekaligus ruh bagi perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).

Pria yang biasa disapa Gus Kikin itu menjelaskan Al-Qanun Al-Asasi sudah lama tidak dimunculkan dan digunakan dalam kehidupan organisasi NU. Dalam tiga tahun terakhir, dirinya berupaya mengumpulkan dan menyusun kembali berbagai dokumen Qanun Asasi yang terdiri atas empat bab.

“Qanun Asasi itu sudah lama tidak muncul, lama tidak digunakan. Di tiga tahun terakhir ini kita mendapatkan semua dokumen Qanun Asasi ini, empat bab, dan itu disusun. Kemudian sekarang ini kita perkenalkan, kita sosialisasikan Qanun Asasi di Gedung MPR,” ujar Gus Kikin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Al-Qanun al-Asasi (Undang-Undang Dasar) adalah kitab risalah dasar atau konstitusi ideologis yang disusun oleh Hadratussyekh Hasyim Asy'ari.

Baca juga: Gus Kikin: Muktamar Ke-35 NU untuk kembalikan ke Qonun Asasi

Kitab tersebut, kata dia, menjadi fondasi ruhaniah, pemikiran, dan pedoman perjuangan bagi warga NU.

“Al Qanun Asasi itu merupakan dokumennya NU yang dulu disusun dari awal berdirinya NU. Qanun Asasi itu merupakan ruh daripada NU,” katanya.

Pengasuh Ponpes Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim) itu menjadi satu dari sejumlah tokoh yang digadang-gadang bakal maju dalam bursa calon Ketua Umum (Ketum) PBNU.

Selain Gus Kikin nama-nama lainnya yang akan maju yakni Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), serta Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli.

Baca juga: PWNU Jatim tugaskan Gus Kikin maju sebagai calon Ketua Umum PBNU

Sebelumnya Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai Qanun Asasi NU menjadi landasan pemikiran organisasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Muzani mengatakan Qanun Asasi penting dipahami dalam konteks perjalanan NU yang berdiri pada 1926 dengan perhatian terhadap persoalan keumatan dan kebangsaan.

"Kalau hari ini kemudian membicarakan tentang Qanun Asasi, itu sesuatu yang sangat mendasar bagi perjuangan kita semua sebagai bangsa," kata Muzani.

Menurut dia, Qanun Asasi yang disusun KH Hasyim Asy'ari pada tahun 1926 lahir ketika dunia Islam menghadapi perubahan geopolitik setelah runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah.

Baca juga: Gus Kikin siap jalankan amanah maju calon ketua umum PBNU


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Energy-Competitiveness Nexus: Mengapa Energi Menentukan Daya Saing RI
• 5 jam lalu
0
thumb
Ramai Isu Anak Sarwendah Dibully di Sekolah Imbas Konflik dengan Ruben Onsu, Begini Kata Sang Ibu
• 3 jam lalu
0
thumb
Hanura Tak Mau Kader Terjebak Kegagalan Pemilu 2024: Jangan Lihat ke Belakang
• 18 jam lalu
0
thumb
Pria di Sultra Open BO Sesama Jenis lalu Bawa Kabur Motor Teman Kencan
• 22 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Gedung Bapenda DKI, 1 Orang Dilarikan ke RS Tarakan
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.