Dedikasi Mantri BRI untuk Masyarakat Wakatobi, Menjaga Roda Ekonomi Tetap Berputar di Surga Bahari

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Di gugusan Kepulauan Wakatobi, sebuah wilayah yang dikenal dunia karena keindahan bawah lautnya, tersimpan kisah perjuangan. Di balik ketenangan air lautnya, terdapat tantangan nyata bagi mereka yang bertugas memastikan roda ekonomi tetap berputar di beranda negeri. Salah satunya adalah Wa Ode Sitti Rahmatiah Jufri, atau yang akrab disapa Titin, seorang Mantri BRI dari Unit Wangi-Wangi, Kantor Cabang BRI Baubau.

Sebagai seorang Mantri, ia adalah ujung tombak literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat. Sejak dimutasi pada Januari 2024, Titin harus menerima kenyataan bahwa wilayah kerjanya bukan hanya daratan, melainkan sembilan desa di Pulau Kaledupa yang harus ditempuh dengan menyeberangi lautan lepas dari ibu kota kabupaten, Wangi-Wangi.

Perjalanan rutin Titin dari kantor di Wangi-Wangi menuju wilayah kerjanya di Kaledupa adalah sebuah narasi tentang keberanian. Dalam kondisi normal, perjalanan menggunakan kapal fiber atau speedboat memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit. Namun, ketika alam sedang tidak bersahabat, perjalanan itu bisa berubah menjadi selama lebih dari dua jam di tengah gempuran ombak.

“Salah satu pengalaman yang paling melekat dalam ingatan saya adalah saat ia harus menyeberang pada musim ombak besar sekitar bulan Januari atau Februari. Saat itu, cuaca mendadak gelap dan tidak ada satu pun kapal reguler yang berani mengambil risiko untuk menyeberang. Namun, karena komitmen saya terhadap nasabah, saya harus mencari cara lain untuk pulang. Akhirnya, kami menyewa 'body batang' (perahu kecil bermesin) milik Suku Bajo," kenang Titin.

Bersama lima orang lainnya, sehingga total berjumlah enam orang yang terdiri dari tiga perempuan dan tiga laki-laki, ia memaksakan diri menembus lautan yang saat itu sedang mengamuk. Di tengah laut, mereka berhadapan dengan dinding air setinggi empat meter.

"Lailahaillallah, itu kalau kita sudah di atas ombak, kita lihat ke bawah itu tinggi sekali. Kita dikasih naik, lalu turun lagi ke bawah, dan sekeliling kita itu cuma ada air," tuturnya menggambarkan situasi mencekam tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pria di Serang Sayat Leher Istri Usai Korban Minta Cerai
• 11 jam lalu
0
thumb
Kuasa Hukum Ungkap Keterlibatan IWD di Yayasan Sekolah yang Ditemukan Senjata
• 4 jam lalu
0
thumb
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Pasukan Asing Perburuk Keamanan Kawasan
• 23 jam lalu
0
thumb
AS Ancam Serang Iran, Negara Teluk Bisa Gelap Gulita
• 16 jam lalu
0
thumb
Cerita Duta Anti-bullying Komnas PA Pernah Speak Up Kasus Pelecehan Anak
• 2 menit lalu
0
Berhasil disimpan.