Grid.ID - Tasyi Athasyia diketahui jadi korban penipuan karyawan. Barang branded dicuri sampai kerugian mencapai Rp 500 juta.
Selebgram Tasyi Athasyia tengah menghadapi pengalaman kurang menyenangkan setelah menjadi korban pencurian di rumahnya. Apa yang terjadi?
Berikut kronologi Tasyi Athasyia jadi korban penipuan karyawan. Barang branded miliknya dicuri sampai kerugian mencapai Rp 500 juta.
Tasyi Athasyia, saudara kembar Tasya Farasya, kembali terseret persoalan yang melibatkan pekerjanya. Kali ini, ia mengungkap dugaan hilangnya sejumlah barang berharga miliknya yang diduga terjadi secara bertahap selama kurang lebih satu tahun.
Sejumlah barang bermerek milik Tasyi disebut raib sedikit demi sedikit. Setelah ditemukan bukti transaksi yang berkaitan dengan barang-barang tersebut, total kerugian yang dialami Tasyi diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 juta.
Awalnya, Tasyi mengaku sempat mempertimbangkan untuk memaafkan pihak yang diduga terlibat. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi yang terjadi, ia akhirnya memutuskan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Kabar mengenai dugaan pencurian tersebut disampaikan Tasyi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
“DULU DI FITNAH DENGAN KEJI DAN HABIS2AN SAMA KARYAWAN SEKARANG DI CURI LEBIH DARI 1/2 MILYAR,” tulis Tasyi yang dikutip dari Instagramnya @tasyiathasyia.
Tasyi mengatakan kejadian yang dialaminya saat ini mengingatkan kembali pada persoalan yang pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya. Kala itu, ia merasa menjadi korban fitnah dari seorang karyawan.
Padahal, menurut Tasyi, dirinya telah memberikan berbagai bentuk apresiasi dan perhatian kepada karyawan tersebut, mulai dari bonus hingga mengajaknya bepergian bersama.
Pengalaman tersebut rupanya meninggalkan kesan mendalam bagi Tasyi. Ia mengaku membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk kembali membangun rasa percaya terhadap orang lain.
Baca Juga: Kronologi Eks Istri Polisi di Medan yang Tewas dengan Banyak Luka di Tubuh, Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan
“Butuh waktu lebih dari 3 tahun untuk aku bisa percaya lg sama org. Dan terulang Ig, kariawan aku masuk tanpa pengalaman, gajih nya dulu cuma 1 juta di kantor yg lama, disini aku naikan di atas umr dan dibonusin, dijajanin, diajak jalan2, dikasih ruangan fasilitas yg enak, taunya2 dia maling barang2 aku dan udh dilakukan selama 1 tahun,” tulisnya lagi.
Tasyi pertama kali mengetahui adanya dugaan kehilangan barang pada sekitar Maret. Saat itu, ia baru saja menyelesaikan renovasi walk-in closet dan berniat menata kembali koleksi tas miliknya. Ketika memeriksa barang-barang tersebut, ia mendapati sekitar lima tas sudah tidak berada di tempatnya.
Meski demikian, Tasyi saat itu memilih untuk menerima kehilangan tersebut karena belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“Jadi awalmya sekitar bulan maret awal, aku baru selesai renovasi walkincloset Dan mau rapihin tas tas aku, tiba2 ada sekitar 5 tas aku hilang,” terang Tasyi.
Setelah kejadian tersebut, ia mulai menyadari bahwa barang miliknya yang hilang ternyata semakin bertambah dari waktu ke waktu.
Dugaan kehilangan tersebut mulai menemukan titik terang setelah salah satu anggota tim Tasyi secara tidak sengaja mendapatkan akses ke notifikasi email seorang karyawan yang diduga berkaitan dengan aktivitas penjualan barang. Setelah ditelusuri, diketahui bahwa salah satu barang yang terjual merupakan sepatu milik Tasyi.
Temuan itu kemudian mendorong tim melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari penelusuran tersebut, mereka menemukan sejumlah bukti transaksi lain yang diduga berkaitan dengan barang-barang milik Tasyi.
“Notifikasi kalo barang ini sudah terjual, dan pas dia liat itu adalah sepatu aku, langsung sama dia di check dan ketika dia scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang2 aku yg selama ini hilang, total saat ini yg ketauan ada 12 barang, dan hampir semua dijual di sumber yang sama,” terangnya lagi.
Barang-barang milik Tasyi tersebut diduga dipasarkan melalui salah satu akun atau toko di media sosial yang bergerak dalam jual beli produk bermerek.
Tasyi mengatakan dirinya sempat mempertimbangkan untuk kembali memaafkan karyawan yang diduga terlibat. Namun, keinginan tersebut akhirnya tidak dilanjutkan karena ia menilai pihak yang bersangkutan tidak memperlihatkan sikap atau itikad baik.
Baca Juga: Kronologi Wanita Histeris Saat Dievakuasi Usai Bersembunyi di Goa Pangandaran, Diduga Berkaitan dengan Kasus Bayi Terlantar
“Sebenrnya aku udh niat mau maafin aja, cuma karena dia sama sekali ga ada etikat baik untuk ngaku dan bohong terus, plus mengigat kasus aku yang sebelumya, ketika kariawan salah Kita maafin malah setelah dimaafkam mereka malah nge fitnah aku daeaeadad idnya aku putusim untuk laporkan ke pihak berwajib,” beber saudari kembar Tasya Farasya tersebut.
Setelah ditunjukkan sejumlah bukti, karyawan tersebut disebut mengakui perbuatannya. Bahkan, ia diduga mengungkap bahwa jumlah barang yang telah dijual lebih banyak dari yang sebelumnya diketahui.
Ketika ditanya mengenai jumlah pastinya, karyawan tersebut mengaku tidak mengingatnya karena barang yang dijual disebut cukup banyak.
Bagi Tasyi, kerugian secara finansial bukan menjadi satu-satunya hal yang membuatnya terpukul. Ia mengatakan hal yang paling menyakitkan adalah hilangnya kepercayaan yang selama ini telah dibangun kepada karyawan tersebut akibat dugaan tindakan pengkhianatan.
“Yang bikin sakit adalah, rusaknya kepercayaan yang sudah dibangun, semua hari2 penuh tawa dan kebahagiaan. Hancur seketika, semua memory2 indah yg dilewatin bersama rusak karena penghianatan, dan aku lagi2 masuk ke dalam lingkar ini,” jelasnya.
Saat ini, Tasyi memutuskan untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dan menyerahkan penanganannya kepada aparat berwenang. Ia juga memohon doa dari masyarakat agar dapat menghadapi permasalahan tersebut dengan tegar serta menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)