Wilayah pesisir timur China yang padat penduduk menghadapi kedatangan Topan Dolphin yang membawa hujan deras dan angin kencang. Akibatnya lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan dan ribuan warga dievakuasi.
Dilansir AFP, Minggu (9/8/2026), berdasarkan laporan penyiar negara CCTV, hampir 1.400 penerbangan dari dan menuju dua bandara utama di Shanghai dibatalkan pada hari Minggu.
Di provinsi Zhejiang, Bandara Hangzhou, mencatat pembatalan 270 penerbangan masuk dan keluar, demikian laporan tersebut menyebutkan.
Pusat Meteorologi Nasional (NMC) China mengeluarkan peringatan 'merah' topan atau peringatan tingkat paling parah pada Minggu pagi. Diperkirakan "hujan sangat lebat" di beberapa wilayah Zhejiang bagian tengah dan timur.
Curah hujan tinggi juga diperkirakan akan terjadi di Shanghai serta sebagian wilayah provinsi Fujian, Anhui, dan Jiangsu hingga Senin sore, menurut NMC.
Setelah mencapai daratan, Topan Dolphin diperkirakan akan melemah sembari bergerak ke arah barat laut melintasi wilayah timur China.
Sementara itu di Fujian, hampir 99.000 orang telah dipindahkan dari "area berisiko" pada Sabtu malam menjelang kedatangan badai, lapor kantor berita negara Xinhua.
Layanan di lebih dari 200 rute feri juga dihentikan di Zhejiang dan Fujian, kata Xinhua.
Pekerjaan pada proyek-proyek lepas pantai dihentikan, sementara 474 kapal konstruksi diperintahkan kembali ke pelabuhan pada Jumat pagi, tambah Xinhua. Beberapa layanan kereta api di wilayah terdampak juga dihentikan pada hari Minggu demi keselamatan penumpang.
Diketahui, kedatangan Topan Dolphin di Tiongkok terjadi dua minggu setelah Topan Noul menerjang wilayah selatan Provinsi Guangdong-badai yang saat itu dinyatakan oleh pihak berwenang sebagai yang terkuat yang melanda Tiongkok tahun ini. Sebelum mencapai Tiongkok, Topan Noul menewaskan tiga orang dan merusak ratusan rumah di Filipina.
Diketahui, Topan Dolphin, yang membawa hujan lebat dan angin kencang ke Okinawa, Jepang, dalam beberapa hari terakhir, diperkirakan akan mencapai daratan pada Minggu malam atau Senin dini hari di Zhejiang atau provinsi tetangganya, Fujian.
Sebanyak tujuh orang di Okinawa mengalami luka ringan, termasuk seorang pria berusia lebih dari 100 tahun yang terempas oleh embusan angin, jatuh ke tanah, dan kepalanya terbentur, menurut pemerintah setempat.
Hingga Minggu sore, 5.290 rumah tangga di Okinawa mengalami pemadaman listrik, menurut perusahaan penyedia listrik regional Okinawa Electric Power.
Sementara itu, di Taiwan, puluhan layanan feri dihentikan dan lebih dari 180 penerbangan dibatalkan saat badai membawa hujan deras dan angin kencang ke wilayah utara pulau itu pada hari Minggu.
Lihat juga Video: Topan Bavi Hantam China, Banjir Hebat Hanyutkan Kendaraan!
(yld/gbr)






Komentar (0)