Masoud Pezeshkian Presiden Iran mengatakan Teheran akan terus menempuh jalur damai berdasarkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang baru-baru ini ditandatangani dengan Amerika Serikat (AS).
Ia menegaskan Iran bertekad menggunakan MoU tersebut sebagai dasar, dengan syarat AS menghentikan suasana yang kini kembali memanas, dan mulai membangun kepercayaan.
“Kami bertekad untuk menggunakan MoU sebagai dasar, asalkan Amerika Serikat melepaskan suasana ketidakpercayaan yang telah diciptakannya, dan suasana kepercayaan terbentuk,” kata Pezeshkian dalam konferensi pers, Sabtu (8/8/2026), seperti dikutip Xinhua.
Pezeshkian mengatakan Iran berupaya bergerak di “jalur damai” berdasarkan poin-poin yang tercantum dalam MoU tersebut. “Sekarang adalah waktu terbaik untuk mencapai kesepakatan, karena ada solidaritas, kekuatan, dan persatuan di dalam negeri,” ucapnya.
Pezeshkian juga menekankan prinsip timbal balik dalam negosiasi dengan Amerika Serikat. Menurutnya, Iran akan menyesuaikan komitmennya dengan tingkat kepatuhan AS terhadap kesepakatan.
Ia menambahkan, jika pihak lain memilih menggunakan kekuatan, Iran tidak akan tunduk terhadap tekanan tersebut. Pezeshkian menyebut dasar tindakan Iran pada akhirnya akan mengikuti keputusan Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi.
Pada Juni lalu, Iran dan Amerika Serikat menandatangani MoU untuk mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua pihak dijadwalkan menggelar negosiasi dalam jangka waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final.
Namun, eskalasi terbaru di kawasan membuat nasib pembicaraan tersebut masih belum pasti. (bil/iss)





Komentar (0)