Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyalurkan bantuan penguatan ekonomi umat melalui Program ZMart Pesantren, Baznas Ultra Mikro (BUMi) Masjid, dan Santripreneur di Gresik, Jawa Timur.
Dalam peresmian program yang digelar di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik pada Sabtu (8/8), disalurkan bantuan sebesar Rp350 juta untuk menghadirkan 7 unit Zmart Pesantren, bantuan Rp500 juta untuk 5 masjid dalam Program BUMi, serta bantuan Program Santripreneur melalui Kebun Pemberdayaan Berbasis Ekonomi Sirkular senilai Rp21 juta.
"Sejak tahun 2022, Baznas telah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk Program Zmart dan BUMi Masjid, di mana khusus wilayah Jawa Timur saat ini telah menjangkau kurang lebih 23 unit Zmart dan ratusan masjid di berbagai daerah," kata Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Sodik menegaskan program bantuan ekonomi berbasis masjid dan pesantren ini difokuskan untuk memperkuat kemandirian finansial umat dari tingkat akar rumput.
Ia menilai penguatan modal usaha untuk pesantren dan masjid di Gresik ini dikolaborasikan bersama Kemenko PM serta didukung koordinasi strategis bersama Kementerian Koperasi dan Danantara guna memperbesar skala pembiayaan usaha mikro.
Baca juga: Baznas ajak umat pererat persatuan melalui zakat, infak, dan sedekah
Sodik mengatakan, secara nasional, program Baznas Ultra Mikro (BUMi) Masjid telah menjangkau 213 masjid di 35 provinsi dengan total 10.641 penerima manfaat guna menggerakkan perekonomian syariah dari tingkat akar rumput.
"Harapan kami melalui pendampingan dan perkuatan modal ini, para penerima manfaat di Jawa Timur kelak dapat bertransformasi dan mengalami peningkatan status dari mustahik menjadi muzakki," ujar Sodik Mudjahid.
Sementara itu, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya menempatkan pesantren sebagai ekosistem utama penanggulangan kemiskinan dan penggerak ekonomi daerah yang mengakar kuat di tengah masyarakat.
Baca juga: Menag ungkap pentingnya keberlanjutan BOS madrasah hingga pesantren
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu berharap penguatan ekonomi berbasis pesantren dan masjid dapat menikmati langsung hasil kemajuan ekonomi dan tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya industrialisasi daerah.
"Tidak ada ekosistem yang paling kuat dan mengakar kecuali pesantren di Tanah Air kita, sehingga ekosistem penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan yang sangat siap itu adalah pesantren," ucap Cak Imin.
Sementara, Pengurus Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Asrorun Niam Sholeh, menyambut baik penempatan program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan masjid di Kabupaten Gresik sebagai langkah strategis mewujudkan kemandirian bangsa.
Sinergi antara kekuatan umat dan pemerintah melalui penyaluran modal Zmart serta BUMi Masjid ini diharapkan mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan jasmani dan rohani masyarakat.
"Maka ketika Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menempatkan dan memfokuskan kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, ini adalah langkah yang tepat dan patut diapresiasi," tutur Asrorun Niam Sholeh.
Baca juga: BPKH-Baznas salurkan bantuan kemaslahatan untuk 11 pesantren di Jatim
Dalam peresmian program yang digelar di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik pada Sabtu (8/8), disalurkan bantuan sebesar Rp350 juta untuk menghadirkan 7 unit Zmart Pesantren, bantuan Rp500 juta untuk 5 masjid dalam Program BUMi, serta bantuan Program Santripreneur melalui Kebun Pemberdayaan Berbasis Ekonomi Sirkular senilai Rp21 juta.
"Sejak tahun 2022, Baznas telah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk Program Zmart dan BUMi Masjid, di mana khusus wilayah Jawa Timur saat ini telah menjangkau kurang lebih 23 unit Zmart dan ratusan masjid di berbagai daerah," kata Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Sodik menegaskan program bantuan ekonomi berbasis masjid dan pesantren ini difokuskan untuk memperkuat kemandirian finansial umat dari tingkat akar rumput.
Ia menilai penguatan modal usaha untuk pesantren dan masjid di Gresik ini dikolaborasikan bersama Kemenko PM serta didukung koordinasi strategis bersama Kementerian Koperasi dan Danantara guna memperbesar skala pembiayaan usaha mikro.
Baca juga: Baznas ajak umat pererat persatuan melalui zakat, infak, dan sedekah
Sodik mengatakan, secara nasional, program Baznas Ultra Mikro (BUMi) Masjid telah menjangkau 213 masjid di 35 provinsi dengan total 10.641 penerima manfaat guna menggerakkan perekonomian syariah dari tingkat akar rumput.
"Harapan kami melalui pendampingan dan perkuatan modal ini, para penerima manfaat di Jawa Timur kelak dapat bertransformasi dan mengalami peningkatan status dari mustahik menjadi muzakki," ujar Sodik Mudjahid.
Sementara itu, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya menempatkan pesantren sebagai ekosistem utama penanggulangan kemiskinan dan penggerak ekonomi daerah yang mengakar kuat di tengah masyarakat.
Baca juga: Menag ungkap pentingnya keberlanjutan BOS madrasah hingga pesantren
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu berharap penguatan ekonomi berbasis pesantren dan masjid dapat menikmati langsung hasil kemajuan ekonomi dan tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya industrialisasi daerah.
"Tidak ada ekosistem yang paling kuat dan mengakar kecuali pesantren di Tanah Air kita, sehingga ekosistem penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan yang sangat siap itu adalah pesantren," ucap Cak Imin.
Sementara, Pengurus Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik, Asrorun Niam Sholeh, menyambut baik penempatan program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan masjid di Kabupaten Gresik sebagai langkah strategis mewujudkan kemandirian bangsa.
Sinergi antara kekuatan umat dan pemerintah melalui penyaluran modal Zmart serta BUMi Masjid ini diharapkan mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan jasmani dan rohani masyarakat.
"Maka ketika Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menempatkan dan memfokuskan kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, ini adalah langkah yang tepat dan patut diapresiasi," tutur Asrorun Niam Sholeh.
Baca juga: BPKH-Baznas salurkan bantuan kemaslahatan untuk 11 pesantren di Jatim






Komentar (0)