Toyota Tegaskan Mobil Listrik Bukan Satu-satunya Jawaban untuk Indonesia

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Tangerang Selatan, VIVA – Di tengah semakin banyaknya mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) yang masuk ke Indonesia, Toyota tetap memilih menjalankan strategi multi-pathway. Pabrikan asal Jepang itu menilai kebutuhan masyarakat Indonesia terlalu beragam untuk hanya mengandalkan satu jenis teknologi elektrifikasi.

Melalui pendekatan tersebut, Toyota menghadirkan berbagai pilihan kendaraan elektrifikasi, mulai dari hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga mobil listrik berbasis baterai. Strategi ini dinilai lebih sesuai dengan kondisi Indonesia yang memiliki karakteristik wilayah, infrastruktur, dan pola penggunaan kendaraan yang berbeda-beda.

Baca Juga :
37 Mobil Baru Meluncur di GIIAS 2026
Terpopuler: Leapmotor Mulai Produksi Lokal, Hyundai Ioniq 9 Debut, hingga Nasib Hybrid di RI

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Hiroyuki Oide, mengatakan Toyota selalu mengembangkan produk berdasarkan kebutuhan pelanggan, bukan semata mengikuti tren teknologi yang berkembang di pasar global.

"Indonesia sangat besar, dari Sabang sampai Merauke. Kebutuhan masyarakatnya juga berbeda-beda. Toyota sudah beroperasi di Indonesia selama 55 tahun, sehingga yang paling penting bagi kami adalah mengembangkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Minggu 9 Agustus 2026.

Menurut Oide-san, sebagai perusahaan otomotif global, Toyota memiliki berbagai teknologi elektrifikasi yang dikembangkan di sejumlah negara. Seluruh teknologi tersebut kemudian disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasar, termasuk Indonesia.

Ia menegaskan, Toyota tidak ingin menentukan teknologi mana yang harus dipilih konsumen. Sebaliknya, perusahaan ingin memberikan keleluasaan kepada pelanggan untuk memilih kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari.

"Kalau dulu pilihannya hanya hybrid, sekarang teknologinya semakin banyak. Kami akan terus menyediakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Fokus kami adalah kebutuhan pelanggan, bukan menentukan pilihan mereka," katanya.

Sementara itu, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, mengatakan strategi multi-pathway masih akan menjadi arah pengembangan elektrifikasi Toyota di Indonesia. Menurutnya, hingga kini belum ada satu teknologi yang mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan kondisi jalan, infrastruktur pendukung, hingga karakter penggunaan kendaraan di Indonesia masih sangat beragam. Karena itu, Toyota menilai masyarakat membutuhkan lebih banyak pilihan teknologi dibanding hanya mengandalkan kendaraan listrik berbasis baterai.

"Tidak cukup hanya satu teknologi untuk menjawab seluruh kebutuhan masyarakat Indonesia. Karena itulah Toyota tetap menghadirkan beragam teknologi elektrifikasi. Bukan hanya produknya, tetapi juga layanan yang membuat masyarakat bisa menggunakan kendaraan dengan aman dan nyaman," ujar Bansar.

Baca Juga :
Truk Isuzu Bisa Kirim Peringatan Sebelum Mogok
Repaint Helm Pakai Cat Semprot, Sesulit Apa?
Jurus Andalan iCar di GIIAS 2026

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rektor Unej ajak mahasiswa baru tidak serahkan proses berpikir ke AI
• 19 jam lalu
0
thumb
Olah TKP Kebakaran, Polisi Ambil Sampel dari 3 Lantai Gedung Bapenda DKI
• 10 jam lalu
0
thumb
Dana BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair Rp4,1 Triliun, Cek Jadwal Pengajuannya
• 20 jam lalu
0
thumb
Sambut HUT RI, Gebyar Lampu Hias di Pemalang hidupkan suasana kampung
• 14 jam lalu
0
thumb
Kesulitan Ketemu Anak, Ruben Onsu Disebut Adopsi Bayi, Benarkah?
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.