Heboh Nobel MBG, Penulis Klarifikasi soal Pencantuman Nama Prabowo

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Karya ilmiah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis dan diajukan untuk nominasi Nobel Perdamaian kini berbuntut panjang. Penulis karya tersebut, Dian Damayanti, mengakui adanya kesalahan dalam artikel maupun dokumen yang dibuatnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan Dian melalui akun Instagram @diandamayanti17. Pernyataan itu ditulis dalam bahasa Inggris dan dilengkapi dengan tanda tangan serta materai. Dalam keterangannya, Dian menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah pihak yang terdampak oleh publikasi tersebut, termasuk warga negara Indonesia dan Prancis.

“Dengan ini menyampaikan klarifikasi setinggi-tingginya dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga negara Negara Kesatuan Republik Indonesia; Warga negara Republik Prancis; sehubungan dengan artikel yang berjudul "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The Nation Nutrition Agency Building Smart Business For Food Security Industry And Indonesia Economic Growth,” tulis Dian.

Baca Juga: MBG Tak Lagi ‘Nebeng’ Dana Pendidikan, Anggaran 2027 Bisa Cuma Tersisa Segini

Dian menegaskan bahwa paper dengan judul tersebut merupakan tanggung jawab pribadinya. Ia menyebut seluruh proses penulisan hingga publikasi dilakukan atas inisiatif sendiri dan tidak mewakili institusi atau pihak tertentu.

“Seluruh tulisan, publikasi, dan dokumen yang saya buat merupakan inisiatif pribadi dan tidak mewakili atau mengatasnamakan institusi, kementerian, universitas, maupun pihak lain,” ujar Dian.

Ia juga menjelaskan bahwa sejak awal dirinya tidak bermaksud menyinggung, mencemarkan nama baik, ataupun menimbulkan kerugian terhadap pihak-pihak yang namanya tercantum dalam artikel maupun dokumen lainnya. Hal itu termasuk Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis.

“Saya mengakui terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman, kegaduhan, dan keresahan di masyarakat. Saya menegaskan bahwa pihak Kementerian Dalam Negeri, termasuk pejabat maupun institusinya, tidak terlibat dalam penyusunan maupun publikasi artikel tersebut,” lanjutnya.

Baca Juga: Guru Ngeluh Urus Ompreng MBG, Bos BGN: Itu Seharusnya...

Atas persoalan tersebut, Dian kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh nama dan lembaga yang tercantum dalam artikel. Ia menyatakan seluruh konsekuensi yang muncul dari publikasi tersebut menjadi tanggung jawabnya.

“Saya menyesali segala dampak yang timbul akibat tindakan dan publikasi tersebut serta berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam setiap kegiatan administrasi, penelitian, dan publikasi di masa mendatang agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkapnya.

Dalam klarifikasinya, Dian turut membahas soal pengajuan nominasi Hadiah Nobel Perdamaian. Ia mengonfirmasi bahwa dirinya bersama tim memang mengajukan nominasi tersebut dalam rentang 2024 hingga 2026. Namun, ia menegaskan bahwa mereka tidak pernah memenangkan penghargaan tersebut sekaligus mengakui adanya kesalahan dalam persoalan yang terjadi.

Terkait pencantuman nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis dalam buku yang diterbitkan, Dian juga memberikan penjelasan mengenai pihak lain yang disebut dalam proses tersebut.

"Mengenai pencantuman nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis dalam buku yang diterbitkan, saya menyatakan bahwa Pak Iwan dan Pak Ashar tidak memahami dan tidak mengetahui dasar atau alasan pencantuman nama beliau. Mereka tidak memiliki pengetahuan mengenai proses atau izin yang melandasi pencantuman nama Presiden dalam publikasi tersebut," sebutnya.

Dian kemudian kembali meminta agar klarifikasi dan permohonan maaf yang disampaikannya dapat diterima. Ia juga menyatakan komitmennya untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas akademis maupun kegiatan publik ke depannya.

"Dengan hormat saya memohon kepada semua pihak untuk menerima klarifikasi dan permohonan maaf ini dalam semangat kebaikan. Saya tetap berkomitmen penuh untuk bertindak dengan integritas, profesionalisme, dan rasa hormat dalam seluruh kegiatan akademis dan publik di masa mendatang," pungkas Dian.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ini 10 HP Termahal di Dunia Tahun 2026
• 20 jam lalu
0
thumb
Indonesia Merebut Dua Medali Asian BMX Racing Championships 2026, Jasmine Azzahra Raih Emas
• 2 jam lalu
0
thumb
Polisi Olah TKP Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ungkap Sebaran Api Paling Banyak
• 17 jam lalu
0
thumb
5 Berita Populer: Comeback Syahrini; Alasan Sheila On 7 Jarang Tampil di Podcast
• 4 jam lalu
0
thumb
Hadapi 2029, Hanura Ancam Ganti Pengurus Daerah yang Lalai Jalankan Instruksi DPP
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.