JAKARTA, DISWAY.ID-- Kabar gembira bagi dunia pendidikan madrasah.
Kementerian Agama mulai memproses penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah dan BOP Raudlatul Athfal (RA) Tahap II Tahun Anggaran 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,1 triliun.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan dana ini bukan sekadar anggaran rutin.
BACA JUGA:Gagal ke Semifinal AFF, John Herdman Akui Kesalahan: Ini Bukan Salah Pemain!
BOS adalah instrumen strategis pemerintah untuk menjaga keberlangsungan madrasah.
"Dana BOS adalah instrumen strategis agar aktivitas belajar-mengajar tetap berjalan mandiri, layak, serta berkelanjutan," tegas Menag di Jakarta, Sabtu (8/8).
Ia berharap pengelolaan anggaran di madrasah semakin optimal. Tujuannya agar mutu pendidikan meningkat. Madrasah pun jadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para murid.
Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno merinci alokasi dana. Rp3,7 triliun khusus untuk BOS Madrasah. Sisanya Rp370 miliar untuk BOP RA.
BACA JUGA:Tersingkir dari Singapura, John Herdman Janjikan Timnas Indonesia Lebih Garang September
"Total alokasi Rp4,1 triliun. Ini kita distribusikan untuk 52 ribu madrasah swasta dan 31 ribu RA di seluruh Indonesia," ujar Amien.
Proses pengajuan dan verifikasi kini serba digital. Semua dilakukan melalui portal resmi Kementerian Agama. Tak perlu antre, cukup unggah dokumen dari mana saja.
Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah mengingatkan satu syarat mutlak. Seluruh penerima BOS Tahap I wajib menuntaskan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sebelum mengajukan Tahap II.
"Kami berharap pengelola segera mengunggah dokumen persyaratan pencairan Tahap II sesuai jadwal," terang Nyayu.
Ia menegaskan kedisiplinan pelaporan jadi kunci. Selain itu, pemanfaatan anggaran juga harus optimal. Jangan sampai dana mengendap tanpa hasil nyata.
BACA JUGA:11 Ribu Massa Siaga di Monas, Apel Kebangsaan Jaga Jakarta untuk Indonesia
- 1
- 2
- »






Komentar (0)