Paskibraka, Impian Remaja dan Pengorbanan demi Negara

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Siang terik tak menyurutkan ratusan orang melakukan aktivitas di lapangan terbuka. Sengatan matahari dan kucur peluh di tubuh tak mengurangi semangat mereka menyelesaikan tahapan demi tahapan kegiatan yang mereka lakukan. Langkah tegap dan pekik lantang tetap tak goyah akibat cuaca panas yang menyerang.

Itulah pemandangan singkat saat digelar Latihan Gabungan Upacara HUT ke-81 RI di lapangan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (PPSDM Kemendikdasmen) RI di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026). Latihan gabungan ini diikuti para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 Tingkat Pusat dan beberapa anggota TNI yang ditugaskan dalam latihan ini. Latihan gabungan ini menjadi rangkaian persiapan Upacara Kenegaraan Peringatan HUT ke-81 RI yang akan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus mendatang. Jumlah total perangkat dan peserta latihan gabungan ini sekitar 1300 orang.

Dari jumlah sebanyak itu, terdapat 76 remaja yang terlihat antusias mengikuti program ini. Mereka adalah remaja setingkat SMA yang terpilih mewakili 38 provinsi di Indonesia untuk menjadi anggota Paskibraka 2026 Tingkat Pusat.

Bagi mereka, kesempatan menjadi anggota Paskibraka untuk upacara kenegaraan menjadi kebanggaan tersendiri. Selain menjadi wakil daerahnya, menjadi bagian peringatan kemerdekaan yang diselenggarakan negara adalah sebuah pencapaian tersendiri bagi mereka.

Dalam mencapai titik ini, beberapa dari mereka merasakan betapa sulitnya menempuh rangkaian seleksi, baik seleksi tingkat daerah maupun seleksi tingkat nasional. Mereka harus berjuang dengan ratusan pesaing lain untuk lolos Paskibraka tingkat pusat.

Proses tersebut tak hanya berhenti pada lolos seleksi. Setelah lolos tingkat nasional ini mereka juga harus menjalani pemusatan latihan dengan sistem karantina. Mereka harus terpisah sementara dari keluarga dan teman-teman di kampung halamannya demi perayaan kemerdekaan negara. Pemusatan pelatihan tingkat pusat tahun 2026 ini digelar di PPSDM Kemendikdasmen. Mereka menjalani masa karantina sejak 14 Juli hingga 21 Agustus mendatang. Pemusatan pelatihan ini dibawah penyelenggara yaitu Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Dalam masa karantina pemusatan pelatihan ini mereka tidak hanya urusan persiapan baris berbaris demi penyelenggaraan upacara kenegaraan. Pada tahap awal karantina, mereka memperoleh pendidikan singkat wawasan kebangsaan dan Pancasila. Materi ini menjadi bagian dasar semangat dan penguatan ideologi yang ditanamkan kepada mereka.

Selanjutnya, mereka diberikan pembelajaran pengalaman akan wawasan tentang Indonesia. Mulai dari belajar sejarah di lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) hingga berkeliling Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk mengenal aneka budaya Indonesia.

Selain itu mereka juga mengikuti semacam kegiatan outbound yang dibalut dengan nama Panca Krida Pancasila. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengejawantahan tahap-tahap pembelajaran yang mereka terima yang tertuang dan tertanam dalam pribadi masing-masing. Meski melalui aktivitas semacam permainan, aktivitas ini menjadi bagian simulasi penerapan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila yang mereka terima.

Hingga pada akhirnya mulai 25 Juli, rangkaian pelatihan pelaksanaan upacara dilakukan. Persiapan upacara ini tak hanya bidang baris berbaris. Mulai latihan kedisiplinan keseharian hingga urusan model cukuran rambut pun dilakukan panitia penyelenggara. Bentuk pelatihan persiapan tersebut menerapkan sistem disiplin militer. Hal ini karena memang pemangku pelatihan persiapan upacara kenegaraan ini dilakukan oleh TNI melalui salah satu kesatuannya yaitu Komando Garnisun Tetap (Kogartap).

Setelah hari demi hari menjalani rangkaian latihan persiapan upacara dari pagi hingga petang, tibalah sesi latihan pada Latihan Gabungan (Latgab). Latgab ini terdiri dari para Paskibraka tersebut dan juga anggota TNI yang nanti ditugaskan mengikuti upacara 17an di Istana Merdeka, termasuk pasukan musik pengiring upacara.

Penyelenggaraan latgab pada Sabtu (8/8/2026) ini merupakan penyelenggaraan ketiga dari latgab yang telah dilakukan selama persiapan ini. Pada tanggal 11 Agustus ini persiapan latihan upacara yang mereka lakukan sudah harus mulai dihelat di Istana Merdeka, Jakarta, hingga sesi gladi bersih sebelum upacara.

Menjalani proses menjadi Paskibraka Tingkat Pusat merupakan impian yang terwujud bagi sebagian kalangan remaja di Indonesia. Menempuh berbagai perjuangan dan pengorbanan, semua tahap yang dijalani mencerminkan upaya langkah Indonesia meraih kemerdekaannya 81 tahun silam. Dalam setiap impian, bersemayamlah harapan akan masa depan.

Tentu saja upaya setiap perjuangan, termasuk yang ditempuh para remaja ini, selayaknya berbuah manis bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang. Tak sedikit dunia remaja yang penuh suka cita dan aneka dinamika telah ditinggalkan. Demi negara, mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, dan kebersamaan dengan keluarga.

Di tengah kondisi sosial, politik, dan ekonomi Indonesia saat ini, para remaja ini hendaklah merasakan perwujudan Indonesia yang menggadang era keemasan. Semoga para pemangku pilar negara yang berkuasa menyadari bahwa masih ada asa dari setiap remaja yang "berkorban" bagi negara demi hakikat kemerdekaan yang sesungguhnya.

Baca JugaMencuci Bendera Bersama untuk Sambut Hari Kemerdekaan
Baca JugaBergembira Bersama Sambut Hari Kemerdekaan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gus Kikin paparkan pentingnya Al Qanun Asasi sebagai ruh NU
• 4 jam lalu
0
thumb
Songkok BHS dan Atlas Kembali Dukung Paskibraka Jelang HUT ke-81 RI
• 15 jam lalu
0
thumb
Ibu-Anak Tewas di Hutan Kalbar Diduga Dibunuh Perampok, Duit Rp 135 Juta Raib
• 16 jam lalu
0
thumb
Indonesia dan Brasil Bahas Pembentukan PTA dengan Mercosur
• 1 jam lalu
0
thumb
Bank Indonesia Buka Lowongan PCPM Angkatan 41, Cek Syarat, Jadwal dan Lulusan yang Dibutuhkannya
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.