Matahari Sudah Terbit, Kapan Waktu Terbaik untuk Shalat Dhuha? Begini Penjelasan Ulama

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Tak Sedikit umat Muslim yang melanjutkan ibadah setelah shalat subuh dengan amalan shalat Dhuha. 

Pasalnya, ibadah sunnah ini menyimpan keutamaan yang luar biasa, mulai dari mendatangkan limpahan rezeki, menghapus dosa, hingga melipatgandakan pahala.

Baca Juga :
Tak Hanya Soal Rezeki, Doa Ini Tertulis dalam Al Quran Dapat Menjadi Wasilah Memohon Jodoh Impian
Bukan Sekadar Rutinitas, Berdoa Sebelum dan Sesudah Makan Sebagai Wujud Syukur dan Sumber Keberkahan

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah berkata,

"Nabi SAW telah memberikan tiga wasiat kepadaku yaitu, berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat shalat dhuha dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur,”

Dari Abu Darda, ia berkata bahwa Rasulullah SAW menjelaskan hadits Qudsi, Allah SWT berfirman:

يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه

Artinya: "Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari." (HR Tirmidzi)

Lantas, kapankah waktu terbaik untuk menunaikan shalat Dhuha? Ustaz Adi Hidayat membeberkan waktu paling utama untuk melaksanakannya.

Waktu Terbaik Shalat Dhua

Dilansir dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, waktu dhuha terbagi menjadi tiga bagian.

Dari ketiga waktu dhuha itu, ternyata bukan jam 7 atau 8 yang berpotensi melancarkan rezeki.

Lantas, kapankah waktu terbaik menunaikan shalat dhuha agar rezeki dapat mengalir lancar?

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan shalat dhuha terbagi atas tiga waktu: awal, tengah, dan akhir. Ketiga rentang waktu ini menyimpan keutamaan yang berbeda-beda.

Beliau menyebutkan bahwa waktu awal dhuha memiliki keutamaan setara pahala haji dan umrah.

“Ini senilai pahala haji dan umrah tapi belum tentu dapat kemuliaan shalat di masjidil haram masjid nabawi,” ungkap Ustaz Adi Hidayat pada tayangan YouTube miliknya.

“Shalat dhuha itu waktunya dimulai sejak waktu syuruq, saat perjalanan matahari yang bergerak dari terbit sampai berada di posisi tempat terbitnya sampai bergeser lagi sekira bayangan itu 1 tombak,” imbuhnya.

Waktu pertama dikenal dengan sebutan syuruq, pergerakan mataharinya disebut isyraq, dan saat matahari berada tepat di porosnya dinamakan masyriq.

“Saat bayangan matahari 1 tombak inilah waktu syuruq atau awal dhuha,” ujarnya.

“Awal dhuha, tarik 1 jam setelah shalat subuh, kurang lebih 1 jam paling cepat, awal syuruq 6.30 boleh nambah 15 menit tak ada masalah,” lanjutnya.

Baca Juga :
Keran Rezeki Mengalir Deras, Selalu Amalkan Surat At-Talaq Saat Melakukan Shalat Dhuha
4 Shio Paling Beruntung dalam Bisnis pada 2026, Keuangan Stabil hingga Raih Kekayaan Berlimpah
Tak Cuma Kerja Keras, Amalkan Doa Ini Agar Terhindar dari Harta Haram dan Rezeki Tetap Melimpah Berkah

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BPK Dorong Tata Kelola Pemerintahan Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
• 13 jam lalu
0
thumb
BNPB Mendorong Peninjauan Perda Pembakaran Lahan di Kalbar karena Ancaman Kemarau Panjang
• 21 jam lalu
0
thumb
Kemkomdigi Pastikan Reaktivasi IGRS Rampung 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Marselino Ferdinan Hilang dari Skuad Oxford United, Masa Depannya Makin Misterius
• 6 jam lalu
0
thumb
Korban Penembakan di Sekolah di Thailand: 8 Orang Tewas, 7 Lainnya Kritis
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.