Abu Dhabi: Perusahaan energi milik Uni Emirat Arab, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), mengonfirmasi bahwa salah satu kapalnya menjadi sasaran serangan rudal saat melintasi Selat Hormuz pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Mengutip kantor berita resmi UEA, WAM, insiden terjadi pada dini hari waktu setempat.
ADNOC menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut, sementara situasi di kapal berhasil dikendalikan.
Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran Fars News Agency melaporkan sebuah kapal yang diduga merupakan kapal tanker minyak terbakar di jalur pelayaran bagian selatan Selat Hormuz.
Berdasarkan pemantauan satelit, Fars menyebut kapal penanggulangan tumpahan minyak dan pemadam kebakaran ADNOC AR01 telah tiba di lokasi kejadian.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Teluk.
Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran yang menargetkan infrastruktur militer, nuklir, dan energi. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sasaran Israel serta Amerika Serikat di kawasan.
Pada 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dan Qatar untuk mengakhiri permusuhan dan membuka jalur negosiasi menuju kesepakatan permanen.
Namun, pembicaraan tersebut kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai keamanan maritim dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, salah satu jalur ekspor minyak dan gas paling strategis di dunia.
Baca juga: Iran-Oman Bahas Skema Baru Selat Hormuz, Kapal Akan Dikenai Biaya Layanan





Komentar (0)