VIVA – "Dik Malay" adalah istilah ejekan atau sapaan akrab bernada meremehkan yang sering digunakan oleh warganet atau suporter sepakbola Indonesia kepada Timnas Malaysia dan pendukungnya.
Namun, istilah itu tampaknya kurang tepat digunakan saat ini, jika melihat nasib antara Timnas Malaysia dan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Timnas Indonesia hancur lebur. Jangkan menjadi juara, lolos ke fase grup saja pasukan John Herdman tak bisa. Skuad Garuda cuma finis di peringkat ketiga klasemen akhir Grup A dengan tujuh poin. Selisih 1 angka dari Singapura di peringkat kedua dan 3 angka dari Vietnam sang pemuncak klasemen.
Sementara Malaysia, jauh lebih baik. Mereka sukses melaju ke babak semifinal setelah menang tipis 1-0 atas Filipina di Kuala Lumpur Stadium. Gol Pavithran Gunalan pada menit ke-16 menjadi penentu kemenangan tuan rumah.
Di babak semifinal, Malaysia akan jumpa Vietnam, tim yang melibas Timnas Indonesia 0-3 di Stadion Pakansari, Kab Bogor, awal bulan ini.
Selain keberhasilan lolos ke semifinal, netizen Indonesia tampaknya tak pantas memanggil Malaysia sebagai 'Dik Malay' pasalnya, Harimau Malaya jauh lebih baik ketimbang Indonesia.
Malaysia pernah sekali menjadi juara. Bahkan, keberhasilan itu diraih dengan mempecundangi Timnas Indonesia pada 2010 lalu. Sedangkan Indonesia, sejak PIala AFF bergulir pada 1996 lalu, tak pernah meraih juara.
Ya memang, skuad Garuda sudah enam kali mencapai final, yakni pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020, tetapi semuanya berakhir dengan kekalahan. Predikat runner-up itu adalah yang paling banyak dibandingkan negara lain.






Komentar (0)