VIVA – Latihan fisik tidak hanya soal menurunkan berat badan atau membentuk otot. Aktivitas olahraga secara rutin juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan berpotensi membantu memperpanjang usia.
Salah satu jenis olahraga yang kerap dianggap hanya bertujuan membesarkan otot adalah latihan kekuatan atau strength training. Padahal, latihan ini juga dapat membantu menjaga kepadatan tulang, keseimbangan, metabolisme, hingga kesehatan jantung.
Menariknya, sebuah studi jangka panjang menemukan bahwa melakukan latihan kekuatan sekitar 90 hingga 120 menit per minggu berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah. Artinya, seseorang tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran untuk mendapatkan manfaatnya.
Penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine pada 2 Juni tersebut menganalisis data selama sekitar 30 tahun dari tiga kelompok penelitian besar.
Secara keseluruhan, penelitian melibatkan 147.374 peserta, terdiri dari 31.540 pria dan 115.834 perempuan. Rata-rata usia peserta ketika penelitian dimulai adalah 54 tahun.
Para peserta secara berkala memberikan informasi mengenai waktu yang mereka habiskan untuk melakukan latihan kekuatan dan olahraga aerobik setiap minggu.
Latihan aerobik yang diperhitungkan antara lain jalan cepat, berlari, berenang, bersepeda, bermain tenis atau squash, menaiki tangga hingga aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Sementara itu, latihan kekuatan mencakup aktivitas menggunakan beban maupun berat tubuh sendiri, seperti push-up, squat, dan lunges.
Selama periode penelitian, sebanyak 35.798 peserta meninggal dunia. Para peneliti kemudian menemukan adanya hubungan antara durasi latihan kekuatan yang lebih tinggi secara rutin dengan risiko kematian yang lebih rendah.
Peserta yang melakukan latihan kekuatan selama 90-119 menit setiap minggu memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab sekitar 13 persen lebih rendah. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan tambahan manfaat yang signifikan ketika durasi latihan melebihi 120 menit per minggu.
Bukan hanya kematian, risiko penyakit tertentu juga lebih rendahManfaat latihan kekuatan dalam penelitian tersebut juga terlihat pada sejumlah penyebab kematian tertentu.
Melakukan latihan kekuatan selama 90-120 menit per minggu dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 19 persen lebih rendah. Sementara itu, risiko kematian akibat penyakit neurologis juga tercatat 27 persen lebih rendah.






Komentar (0)