HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Enam pasangan wakil Indonesia mendadak mundur dari China Masters 2026, memicu tanda tanya di kalangan Badminton Lovers Tanah Air.
Keputusan tersebut membuat kontingen Indonesia menyusut dari 13 wakil menjadi hanya tujuh wakil di turnamen Super 750.
PBSI belum memberikan penjelasan mengenai alasan penarikan enam pasangan tersebut dari ajang yang berlangsung di Shenzhen Arena.
Situasi itu kemudian memunculkan beragam spekulasi di media sosial, mulai dari persoalan anggaran hingga isu pengaturan skor.
Indonesia sebelumnya mendaftarkan 13 wakil dari lima sektor untuk menghadapi China Masters 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1-6 September.
Namun, perubahan daftar peserta di laman BWF menunjukkan enam pasangan Indonesia tidak lagi ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Seluruh wakil yang ditarik berasal dari sektor ganda putri dan ganda campuran.
Di nomor ganda putri, empat pasangan yang tercatat mundur adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, serta Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine.
Sementara itu, dua pasangan lainnya berasal dari sektor ganda campuran, yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Dengan perubahan tersebut, Indonesia kini hanya memiliki tujuh wakil yang akan tampil pada China Masters 2026.
Netizen Mulai BerspekulasiBelum adanya penjelasan resmi dari PBSI membuat keputusan tersebut menjadi bahan perbincangan Badminton Lovers di media sosial.
Sebagian warganet mempertanyakan kemungkinan keterbatasan anggaran sebagai alasan di balik penarikan sejumlah pemain.
“Cina master itu super 750 lo.. point nya lumayan besar. aneh aneh aja ni PBSI. knp buruk sekali straeginya. kan sdh tau WD itu yg bisa juara cuma cina jelang korea. ga usah mimpi ketinggian di sektor WD. pemain nanti semakin tertekan. ikutkan saja sesuai rangking. jgn pelit pelit,” tulis @edy_hasibuan75.
Komentar serupa disampaikan warganet lain yang menyayangkan keputusan menarik seluruh pasangan dari sektor tertentu.
“Yaelah syg banget, minimal sisakan dua kek. Jgn semuanya jg ditarik lah, anj emg federasi badminton indo nih,” tambah @dunkindany.
Di sisi lain, sebagian warganet mengaitkan keputusan tersebut dengan rumor mengenai dugaan match fixing atau pengaturan skor yang sebelumnya menjadi perhatian.
Namun, dugaan tersebut masih sebatas spekulasi yang disampaikan pengguna media sosial dan belum dikonfirmasi PBSI.
“Gara2 anggaran menipis atau pengembangan kasus kemarin. semoga tidak lah yaa,” tulis @dyah_ayuniz.
“Bukan kasus itu kan?” duga @nukimen.
“Apa ada hubungan dengan rumor itu????” ujar @x_rai87.
Turnamen Penting
China Masters 2026 menjadi salah satu agenda penting bagi Indonesia sebelum menghadapi rangkaian kompetisi besar lainnya.
Dalam periode yang berdekatan, para pemain Indonesia juga dijadwalkan menghadapi Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2026.
Karena itu, alasan di balik perubahan komposisi skuad Indonesia di China Masters 2026 masih dinantikan, terutama dari penjelasan resmi PBSI.
Tujuh Wakil Indonesia di China Masters 2026Setelah enam pasangan ditarik, Indonesia masih memiliki tujuh wakil yang akan bersaing pada turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Tunggal Putra
- Jonatan Christie
- Alwi Farhan
Tunggal Putri
- Putri Kusuma Wardani
Ganda Putra
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
- Sabar Karyama Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani
- Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin
- Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi






Komentar (0)