Pembinaan Kemandirian Lapas Purwokerto Menghasilkan Coco Sheet untuk Pasar Tiongkok

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Purwokerto: Keterampilan yang diperoleh warga binaan selama menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan mulai diwujudkan dalam produk yang memiliki nilai ekonomi. Salah satunya melalui produksi Coco Sheet di Lapas Kelas IIA Purwokerto yang kini dikirim untuk memenuhi kebutuhan industri kasur di Tiongkok.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengatakan capaian ini menunjukkan pembinaan kemandirian dapat menjadi sarana untuk membekali warga binaan dengan keterampilan sekaligus membuka pengalaman kerja yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.

“Apresiasi kepada Lapas Kelas IIA Purwokerto atas capaian ekspor 400 pcs coco sheet ke China. Ini menjadi bukti bahwa hasil pembinaan kemandirian di lapas mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan memiliki pasar di tingkat internasional,” kata Mashudi dalam keterangan pers dikutip Sabtu, 8 Agustus 2026.

Baca Juga :

KSP Dudung Abdurachman Apresiasi Pengembangan Lapas Nusakambangan
 
Coco Sheet merupakan lembaran berbahan sabut kelapa yang dipadatkan dan digunakan sebagai alas dasar kasur, antara lain sebagai penyangga sebelum lapisan busa atau pegas. Di Lapas Kelas IIA Purwokerto, proses produksinya telah berjalan sekitar dua bulan dengan melibatkan 15 warga binaan.

Produk tersebut kemudian dikirim ke industri kasur di China melalui kerja sama dengan PT Chewy Louis. Pelepasan produk untuk pasar internasional itu berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) dan dihadiri Direktur Jenderal Pemasyarakatan beserta jajaran pimpinan tinggi Ditjenpas.

Sementara Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang dapat memberikan pengalaman dan keterampilan bagi warga binaan. Ia berharap keterlibatan dalam proses produksi dapat menjadi bekal ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.


Coco Sheet buatan warga binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto dikirim untuk memenuhi kebutuhan industri kasur di Tiongkok. Dokumentasi/ istimewa.

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh jajaran dalam menghadirkan program pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Kami akan terus mendorong pengembangan produk-produk unggulan agar semakin berkualitas dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Aliandra.

Menurut Aliandra, pengembangan pembinaan kemandirian akan diarahkan agar tetap produktif dan berkelanjutan, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, kegiatan yang dijalankan warga binaan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memberikan pengalaman kerja yang relevan.

Sebelumnya, Lapas Kelas IIA Purwokerto juga telah menjalin kerja sama dengan PT Chewy Louis untuk pengiriman produk mainan anjing ke pasar Eropa.

Pengiriman Coco Sheet ke China menambah ragam kegiatan produktif yang dikembangkan melalui program pembinaan kemandirian di Lapas Purwokerto. Di sisi lain, keterlibatan warga binaan dalam proses produksi menjadi bagian dari upaya menyiapkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SBY, Megawati hingga Jokowi akan Diundang di Sidang Tahunan MPR 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Anthony Joshua Naik Pitam! Duel Impian Lawan Tyson Fury Terancam Gagal Digelar
• 3 jam lalu
0
thumb
Tak Lagi Pakai Kertas, Hino Digitalisasi Pemeriksaan Kendaraan di Karoseri
• 10 jam lalu
0
thumb
4 Hektare Kawasan Bromo Hangus Dilalap Si Jago Merah, Petugas Waspadai Titik Kuning Misterius
• 9 jam lalu
0
thumb
Remaja 15 Tahun di Mamuju Diperkosa Bergilir hingga Hamil 3 Bulan, 15 Pelaku Ditangkap
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.