4 Hektare Kawasan Bromo Hangus Dilalap Si Jago Merah, Petugas Waspadai Titik Kuning Misterius

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Malang (beritajatim.com) – Perjuangan melelahkan menembus medan terjal dan perbukitan tinggi melawan amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini telah memasuki hari kelima.

Tim gabungan yang bersiaga penuh dibuat bekerja ekstra keras mengawasi pergerakan titik api yang merayap di vegetasi kering kawasan konservasi tersebut.

Aroma asap membakar dan bayang-bayang kehancuran ekosistem sempat memicu kepanikan di wilayah Blok Bantengan dan Lereng Cemoro Anget, kawasan Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Kawasan Jemplang Malang kondusif usai 4 hektare terbakar.

Namun, kabar lega perlahan menghampiri saat pantauan petugas sejak Sabtu dini hari menunjukkan pergerakan si jago merah di wilayah Kabupaten Malang sudah berhasil diredam sepenuhnya.

Kondisi di bawah Pos Jemplang terpantau makin kondusif tanpa ada lagi terlihat kepulan asap tebal maupun lidah api yang membumbung tinggi, meski kawasan perbukitan kini diselimuti kabut pekat.

Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono, menegaskan bahwa ratusan personel tidak akan mengendurkan pengawasan sedikit pun walau titik api utama di wilayah Malang sudah padam.

“Untuk wilayah Jemplang di Kabupaten Malang saat ini sudah kondusif. Tidak terlihat titik api maupun asap, namun personel tetap siaga dan melakukan pemantauan karena masih ada potensi munculnya kembali api,” ujar Budiono.

Ancaman bahaya nyata nyatanya belum sepenuhnya sirnah dari kawasan Gunung Bromo dan Semeru.

Pantauan udara hingga pertengahan hari mendeteksi masih adanya kepulan asap misterius yang membubung di ujung timur kawasan hutan Pusung Ledok Bedor Blok B29 TNBTS, yang masuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Lumajang.

Kewaspadaan makin ditingkatkan setelah pengecekan melalui aplikasi pencitraan satelit Hotspot Map SIPONGI mendeteksi tiga titik kuning berkategori medium yang masih menyala di kawasan hutan TNBTS sekitar wilayah Semeru.

Guna mencegah bara api merembet kembali ke wilayah yang sudah aman, koordinasi lintas daerah antara Polres Malang dan Lumajang terus diperketat.

Berdasarkan pendataan awal di lapangan, luas lahan vegetasi yang hangus dilalap api khusus di wilayah Jemplang Malang diperkirakan mencapai 4 hektare.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran susulan di medan yang mustahil dijangkau dengan jalur darat, personel gabungan kini disiagakan di Blok Savana TNBTS dengan memboyong teknologi canggih berupa drone water spray.

Inovasi pemadaman dari udara ini disiapkan untuk melakukan penyiraman presisi jika sewaktu-waktu tiupan angin kencang kembali membakar vegetasi kering di tebing-tebing curam Bromo. [yog/ian]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebebasan Akademik Terjun Bebas: Apa yang Terjadi dengan Demokrasi Kita?
• 1 jam lalu
0
thumb
John Herdman Masuk Sejarah Kelam Timnas Indonesia di Piala AFF
• 16 jam lalu
0
thumb
Revitalisasi Jalan Panglima Sudirman Kediri Masuk Tahap Crossing Drainase, Saluran Diperbesar untuk Kurangi Genangan
• 5 jam lalu
0
thumb
Sejumlah Pejabat di Cilacap Pakai Uang Pribadi untuk Iuran THR Forkopimda
• 23 jam lalu
0
thumb
Kapolri Dukung Program Pemerintah Hadapi Situasi Global: Kita Harus Mandiri
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.