Pantau - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani menawarkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu pilihan pendidikan bagi anak-anak penghuni Hunian Sementara (Huntara) Senen, Jakarta Pusat, agar mereka tidak putus sekolah.
DPRD DKI Jakarta juga akan membantu mendata anak-anak penghuni Huntara Senen yang hingga kini belum bersekolah dan mencarikan solusi atas kendala yang menghambat akses pendidikan mereka.
Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Anak HuntaraRani menyampaikan Sekolah Rakyat dapat menjadi pilihan agar orang tua bisa berkonsentrasi melanjutkan kehidupan dan memenuhi kebutuhan keluarga, sementara anak-anak tetap fokus memperoleh pendidikan.
"Jadi maksud saya, Ibu Bapak bisa fokus untuk melangsungkan hidup, anak-anak bisa fokus untuk belajar di sekolah rakyat. Kalau ada yang mau nanti kita data, kita bantu," ungkap Rani.
Setelah pendataan dilakukan, DPRD DKI Jakarta akan berupaya mencarikan solusi berdasarkan persoalan yang menyebabkan anak-anak penghuni Huntara Senen belum memperoleh akses pendidikan.
Kendala yang akan dibantu tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi keluarga, tetapi juga persoalan administrasi yang dapat menghambat anak masuk sekolah.
Bantuan tersebut juga menyasar anak yang ingin menempuh pendidikan di sekolah swasta tetapi terkendala administrasi, termasuk kesalahan data atau nama orang tua.
"Kalau ada yang mau di SD swasta tapi masalah kayak tadi gitu ya, kendalanya cuma nama orang tua yang salah dan lain-lain, kita coba cari solusinya. Bisa. Yang penting anak ini harus sekolah," kata Rani.
Rani menegaskan setiap anak harus tetap bersekolah dan tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena persoalan administratif.
Menurut dia, keterbatasan ekonomi yang dialami orang tua juga tidak boleh menjadi alasan seorang anak kehilangan hak mendapatkan pendidikan.
Rani Yakin Pemerintah Punya Fokus yang SamaRani optimistis Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memiliki fokus yang sama dalam memastikan hak pendidikan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
"Saya yakin Pak Gubernur, Pak Presiden punya fokus dan konsentrasi yang sama yakni tidak boleh ada anak Indonesia yang putus sekolah, apapun alasannya," ujar Rani.
Menurut Rani, pemerintah harus memastikan anak-anak yang masih memiliki kemampuan dan kesempatan untuk belajar tetap memperoleh akses pendidikan.
"Keterbatasan orang tua itu bukan jadi alasan. Kita harus upayakan supaya anak-anak bisa sekolah," tegas Rani.
Saat ini, Huntara Senen telah dihuni sebanyak 69 kepala keluarga (KK), sementara jumlah hunian yang tersedia mencapai 324 unit.
Di kawasan tersebut juga terdapat Taman Belajar dan Bermain Garuda Huntara yang menjadi salah satu tempat kegiatan bagi anak-anak penghuni Huntara Senen.
Dukungan pendidikan diharapkan membuat Huntara Senen tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendukung anak-anak untuk terus belajar dan berkembang.
Pendidikan bagi anak-anak penghuni huntara diharapkan menjadi bekal untuk membangun masa depan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.





Komentar (0)