Bercerita tentang hal yang traumatis tentunya bukan hal yang mudah. Rasa kesal, amarah, dan tangisan mungkin tak terhindarkan.
Namun, ada juga orang yang menceritakan pengalaman traumatisnya disertai senyuman dan tawa. Ketidaksesuaian antara cerita sedih dengan ekspresi yang terkesan "bahagia" tersebut ternyata punya makna tersendiri dalam dunia psikologi.
Melansir Psychology Today, psikoterapis Lisa Ferentz LCSW-C, DAPA mengungkapkan beberapa alasan orang bisa senyum dan tertawa saat sedang bercerita tentang traumanya. Simak!
(ria/ria)






Komentar (0)